Masa
itu, siapa yang tak ingin mengulangnya. Ah rindu, aku rindu. Tidak kah kau juga
rindu?. Kita dulu masih SMA, berlakon dengan peran-peran yang seru, mencoba
asiknya menjadi seorang remaja. Berjalan di koridor sambil mengumbar senyum dan
melambaikan tangan. Mesin absen menyambut dengan semangat, beridiri setia
didepan kita setiap pagi.
Dulu, kita masih SMA. Tak peduli kapan akan tua. Bermain dan berteriak girang ditengah lapangan. Dingin pun tak pernah menjadi keluhan, asal kau aku menjadi kita ditengah dinginnya malam. Tak perduli jam tangan terus memanggil untuk pulang, kita masih asik, kita masih ingin disini. Mungkin sejatinya kita mengerti bahwa masa itu berbatas waktu.
Ikan-ikan di kolam sekolah mungkin hafal siapa yang selalu melaluinya setiap hari, yang memandangnya ketika raut wajah menjadi sendu, dan yang memberinya makan setiap kali mereka lapar. Bahkan yang mengganggunya ketika mereka sedang bersantai didalam air dengan ucapan “selamat ulang tahun” dan ada dari kita yang tercebur kedalam kolam. Kita suka melakukan itu, dulu itu adalah ungkapan cinta kita. Mungkin saat ini hanya dengan bouqet bunga dan balon warna-warni. Tapi kita lebih suka untuk rela menjadi basah dan bau, kemudian tertawa bersama, bahagia bersama.
Dulu kita masih SMA, masa itu, semua sudut kita jajaki. Masa dimana kita memulai pencarian yang panjang. Yang tertawa saat terhukum, yang tertawa saat melakukan hal konyol, yang bereksperimen dengan hal-hal baru, yang lupa bahwa setiap orang memiliki jatah untuk sedih, yang riang bernyanyi bersama seakan kita akan utuh selamanya, yang tersenyum malu seakan si dia jatuh cinta juga.
Dulu kita masih SMA, kisah yang tak pernah lekang. Walaupun masa tak selalu sama. Masa SMA bisa hadir kapanpun itu. Akan selalu di retweet critanya sepanjang masa. Akan tetap tertawa saat kita bertemu dan bercerita.
SMA,
aku rindu...
