Kamis, 16 Februari 2017

UNTUKMU, YANG PATAH HATI



UNTUKMU, YANG PATAH HATI

Untuk orang yang patah hati. Mungkin hatimu menjadi perih karena harapan yang tak sama dengan kenyataan.

Mungkin dirimu menjadi sendu dan menangis seperti anak kecil. Dunia serasa sepi, seperti tak ada yang memperhatikanmu.

Untuk orang yang patah hati. Mungkin kamu tak baik untuk sendiri disaat duniamu seperti badai. Kamu butuh untuk berbagi.

Untukmu, aku persilahkan dirimu menangis. Tak perlu  malu. Karena aku tau hatimu sedang perih. Menangislah seperti ini adalah tangisan terahirmu.
  
Untukmu, aku persilahkan berteriak jika perlu. Lepaskan semua sesakmu yang tertahan itu. 

Untukmu, kupersilahkan dirimu menyendiri dan bersedih sembari merenung. secangkir cokelat hangat mungkin akan membuatmu menjadi lebih baik.

Setelah menangis seharian, dan cokelat hangat-mu habis, waktu untuk merenungmu telah usai. Kamu, bukanlah anak kecil yang harus terus merengek akan sesuatu. Kamu adalah orang yang terpilih untuk mendewasakan dirimu dengan kesedihan. Maka setelah kesedihan, kini waktumu untuk bangkit dan kembali. Hapuslah air matamu hingga pipimu kering. Bangunlah dari tempat tidur dengan tubuh gagah, seperti ini adalah hari pertamamu didunia. Memulai kehidupan yang baru.

Lakukan hal yang membuatmu sibuk. Mungkin selama dengannya, kamu meremehkan untuk bertemu dengan teman-temanmu, karena saat itu dia yang paling penting untukmu. Kali ini, telfonlah teman-temanmu, ajak mereka mengobrol di cafĂ©, berceritalah mengenai banyak hal yang lucu hingga kalian lupa waktu. 

Atau, lakukanlah hal yang kamu suka. Pergilah ketempat dimana kamu bisa bernyanyi sambil menari sepuasnya hingga bosan. Pergi liburan bersama teman, menenangkan diri ditepi pantai sembari mendengarkan deburan ombak atau melihat kota dari ketinggian. 

Jika kamu tak suka dengan semua hal itu. Ada hal yang paling penting. Datangi tempat beribadah, berdoalah untuk hatimu, agar dia pulih kembali. Berdoalah agar hatimu berlabuh untuk orang yang benar, dan diwaktu yang tepat.

Aku tau, tempat yang dulu kalian datangi mungkin tak banyak berubah. Namun, suasana akan jelas berubah. ingatan itu, jangan berusaha untuk dilupakan. karena saat kamu berusaha melupakan maka saat itulah kamu berusaha mengingatnya kembali. Biarkan saja, hingga kamu terbiasa, dan semua kembali seperti saat kamu belum mengenalnya.  

Untukmu yang sedang patah hati. Dunia bukan hanya tentang dirimu dan dia. Dunia adalah tentang dirimu, Sang Pencipta, dan semua orang. Maka dari itu, berhentilah bersedih, jika tak ada dia, selalu ada DIA, dan semua orang yang menyayangimu. 

Katakan pada dirimu sendiri sembari tersenyum di depan kaca “kamu berhak bahagia”

BENARKAH LAKI-LAKI YANG BAIK UNTUK WANITA YANG BAIK?



BENARKAH LAKI-LAKI YANG BAIK UNTUK WANITA YANG BAIK?

Assalamualaikum Wr.Wb
                Salam untuk kalian semua yang membaca tulisan singkat saya hari ini.

                Dalam surat An-nur ayat 26, Allah bersabda bahwasanya perempuan yang keji untuk lak-laki yang keji (sebaliknya) dan perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik (sebaliknya).

                Untuk memperjelas maksud ayat diatas, saya akan menyampaikan sebuah kisah menarik mengenai orang tua dari Umar Bin Abdul Aziz. Umar Bin Abdul Aziz adalah seorang alim yang menurut ulama, sepakat bahwa kesalehan Umar Bin Abdul Aziz terwariskan dari cucu penjual susu yang dinikahkan oleh Umar Bin Khattab dengan anaknya Ashim Bin Umar.

                    Sahabat, mari kita simak baik-baik kisahnya.

                Pada suatu malam, Umar Bin Khattab berjalan melewati rumah seorang penjual susu. Kemudian Umar Bin Khattab berhenti saat mendengar perbincangan antara seorang nenek penjual susu dan cucunya.

                Nenek : lebih baik kita tambahkan susu ini dengan air
                Cucu      : mengapa harus ditambah air? Bagaimana jika Umar tau?

Saat itu, Umar Bin Khattab berada di belakang tembok mereka.

                Nenek  : Umar tidak akan tau, Umar tidak ada ditengah malam begini.
                Cucu      : kalau Umar tidak tau, bagaimana dengan Allah?  (sambil menangis)

Umar mendengar apa yang diucapkan oleh cucu si penjual susu, kemudian dia pulang dan membangunkan semua anak laki-lakinya, kemudian beliau berkata..

“siapa yang mau menikah dengan cucu si penjual susu?”

Saat itu, anak-anak Umar kebingungan, wajar karena mereka baru saja terbangun dari tidur. Namun ada satu diantara mereka semua yang menjawab pertanyaan Umar, yakni Ashim Bin Umar. Dia berkata
                “ saya yang akan menikahinya ayah, sebagai bakti kepadamu”.

Maka menikahlah Ashim dan cucu si penjual susu tersebut. Yang kemudian dikaruniai anak bernama Umar Bin Abdul Aziz, seorang anak yang terkenal dengan kesalehannya.

                Kisah ini membuktikan bahwa surat An-nur ayat 26 adalah janji Allah yang nyata. Ashim adalah laki-laki yang saleh, berbakti kepada orang tuanya menikahi seorang gadis jujur, yang kemudian mereka melahirkan seorang anak yang dikenang sebagai seorang yang saleh, alim. 

                Sahabat, sudahkah kita berhijrah karena Allah? Hati kita dan Allah saja yang tau kebenarannya. jika tidak, maka mari kita perbaiki. Agar Allah ridha kepada kita untuk mendapatkan pasangan yang saleh/salehah. karena ke-salihan dapat terwariskan kepada keturunan kita kelak, Aamiin Allahumma Aamiin

Nb : sahabat, sy menulis ini bukanlah semata-mata inginkan pujian. Tapi, saya berharap untuk menemukan sahabat dlm 1 tujuan yang sama di jalanNYA. Saling mendoakan dan mengingatkan. Semoga kita semua selalu dlm lindungan dan ampunanNYA. aamiin


HIKMAH INGAT AKAN MAUT


HIKMAH INGAT AKAN MAUT

Assalamualaikum Wr.Wb
                Salam untuk kalian semua yang membaca tulisan singkat saya hari ini. 

                Sahabat, apakabar? Semoga kondisi iman kita semua semakin meningkat. Menjadi orang yang beruntung dan bukan orang yang merugi karena lebih buruk dari hari kemarin. Aamiin Allahumma Aamiin.

                Sahabat, apakah orang terdekat kalian saat sakit pernah memiliki perasaan akan meninggal/mati. Atau saat sehat sekalipun?. Atau mungkin sahabat pernah merasakan hal itu juga?. pertanda apakah ini? Dan bagaimana cara kita menyikapinya?

                Sahabat, perasaan ingat akan kematian dan terdorong untuk melakukan ibadah adalah pertanda iman. Maka jangan hilangkan perasaan itu dari diri bahkan orang lain yang juga ikut merasakannya. Sahabat, mengapa ini menjadi pertanda iman? Karena untuk memunculkan perasaan ingat akan kematian dan terdorong untuk melakukan ibadah adalah tidak mudah. Tidak semua orang memiliki hidayah semacam itu, maka beruntunglah kita yang sempat bahkan mungkin hingga hari ini ingat bahwa semua yang hidup akan berjumpa dengan kematian.

                Sahabat, bagi orang beriman, mati adalah sesuatu hal yang sangat mereka rindukan. Mengapa? Karena mereka tau bahwa kematian bukanlah akhir namun awal dari segalanya, dan mereka dapat membalas kerinduan bertemu dengan Allah.

                Sedangkan orang kafir dan fasyiq. Mereka adalah orang-orang yang takut akan kematian. mengapa? Karena mereka menganggap bahwa kematian adalah akhir dari segalanya, mereka sulit meninggalkan dunia yang bagaikan surga bagi mereka, harta, kekayaan dan semua hal duniawi. Padahal semua itu hanyalah fatamorgana, tipuan duniawi. Astaghfirullah

                Sahabat, marilah kita saling mengingatkan, saling mendoakan agar kita semua termasuk dalam golongan orang beriman yang selalu merindukan kematian, merindukan bertemu dengan Rabb kita (aamiin), karena dunia bagi orang beriman adalah neraka, dan surga bagi orang yang tidak beriman. 

             Jadilah seperti Bilal, yang saat ditanya
                “yaa Bilal, apa pendapatmu tentang maut?”
 kemudian Bilal menjawab
    “Marhaban yaa maut”

     MasyaAllah sahabat. Itulah ungkapan Bilal akan kematian, dia berkata, selamat datang maut. Apakah kita sebahagia Bilal saat ditanya akan maut? Hanya hati kita dan Allah yang tau.

                Maka sahabat manakah yang lebih berbahaya, keburukan diri sendiri atau orang lain? Tentunya keburukan dirisendiri, marilah bersama-sama untuk tidak sibuk melihat kesalahan orang lain. Duduk, baca qur’an dan renungkanlah kesalahan kita sendiri, bertaubat bersama, saling mendoakan sesama muslim. 

                Wassalamualaikum

Nb : sahabat, sy menulis ini bukanlah semata-mata inginkan pujian. Tapi, saya berharap untuk menemukan sahabat dlm 1 tujuan yang sama di jalanNYA. Saling mendoakan dan mengingatkan. Semoga kita semua selalu dlm lindungan dan ampunanNYA. aamiin

Minggu, 12 Februari 2017

Obrolan Nikah



Obrolan Nikah

Kali ini aku mau curhat soal satu kata yang ramai diperbincangkan di media social. Nikah. Oke, nikah itu adalah kata yang tidak sesederhana dan sesingkat kita mengucapkannya.

Jadi, aku udah masuk diumur 21 tahun. Setiap kali ada kumpul sama temen-temen SMA atau kuliah dsb, obrolan kita udah beda nih. Ngomongnya jodoooh mulu. Menurut kalian gimana ? apa kalian ilfeel sama orang yang suka ngomongin jodoh ? atau juga ikutan nimbrung?. Emm kalo aku pribadi sih ikutan nimbrung haha. Aku gak memandang mereka yang suka ngomongin jodoh itu orang yang alay dan berlebihan, positif aja , mungkin mereka emang benar-benar udah siap dan mempersiapkan diri. Nah kalo ternyata mereka cuma kebawa trend perbincangan masa kini soal jodoh, ya gak papa, mungkin aja dengan terbawa trend, lama-lama mereka mendapat hidayah untuk menata hidup mereka lebih baik lagi.

Lah terus, kenapa aku ikut nimbrung? Yaa asik aja sih, biasanya, kalo udah ngomongin jodoh, temen-temenku suka cerita soal cerita inspiratif dan dalil dalam Al-qur’an yang melatar belakangi adanya jodoh atau pernikahan. Nambah ilmu juga kan.

Kalo ditanya apa aku sudah siap nikah? Tentunya belum haha. Aku memang suka nimbrung soal nikah dan jodoh, tapi bukan berarti aku udah siap. Entah kenapa belum ada keinginan yang kuat kearah nikah. Tapi aku sudah mempersiapkannya dari sekarang, misal ikut seminar pra-nikah atau baca buku soal itu. Kali ini lebih ke memperbaiki diri dulu, pelan-pelan belajar ngurangi gibah, suudzon, nunda shalat dan seabrek hal lain yang buruk. Tapi kalo tiba-tiba ditahun ini atau di waktu yang tidak pernah aku duga takdir Allah merubah segalanya ya gak masalah, hihi.

“hidup itu gak melulu soal jodoh”. Pernah ada yang ngomog gini gak ? pasti pernah haha. Jadi, memang betul, hidup itu gak melulu soal jodoh. Kita gak punya catatan sampai kapan kita akan hidup. Bisa saja kita meninggal sebelum bertemu jodoh kita di dunia, naudzubillah. Tapi hal ini bukan berarti melarang kita untuk diskusi soal jodoh, boleh, asalkan kita juga mengimbangi dengan perubahan kita kearah yang lebih baik karena Allah. Katanyaa.. mau dapat jodoh saleh, nahh kitanya ya juga harus salehah dong…

Tenang, jangan risih karena di sekeliling kita banyak yang ngomongin soal nikah atau jodoh. Karena dengan adanya obrolan itu, kita bisa tau bagaimana cara menyikapi cinta yang benar menurut syari’at islam. Dan dengan itu juga orang-orang yang baru putus dari cinta yang gak halal dan susah move on, mungkin sudah menemukan solusinya.

Jangan memandang pasukan pejuang nikah ini sebagai pasukan yang buruk. No no no, semua orang pasti mau menikah, termasuk kalian. Jadi, jangan asingkan pasukan penggemar obrolan nikah ini, karena suatu hari nanti, kalian yang awalnya cuek, gak peduli, risih dll, akan masuk kedalam pasukan ini (insyaa Allah). Ya gak sih? Haha. Jangan gengsi, akui saja. Menjadi pasukan pejuang nikah dan jodoh yang halal. So, santai aja yaaa hahaha.

Rabu, 08 Februari 2017

Untukmu (1)



Mungkin kau masih menjadi rahasia. Tapi aku tau saat itu akan datang. Aku harus menunggu. Seperti menunggu bunga yang semula kuncup kemudian merekah. Aku tau itu tak mudah. Tapi aku juga tau, perjuangannya-pun  tak mudah.

Setiap malam hujan turun memenangkan kerinduanku. Bau tanah setelah hujan hadir membawa rinduku pergi kemudian tertidur didalam pangkuan mimpi. Kubiarkan anganku terbang bersama mimpi dan pengharapanku kepadaNYA.

Ini seperti lelucon bagiku. Berharap menjadi seorang putri yang kemudian dipinang oleh seorang pangeran dengan tiba-tiba. Gadis biasa untuk laki-laki yang luarbiasa. Yang mencintainya dengan apa adanya. Namun cintanya selalu ada, sepanjang waktu. Cinta yang Maha Kuasa anugerahkan. turun dan menjadi bunga-bunga ditengah khayalan anak yang penuh pengharapan sepertiku.

Menurut orang lain, mungkin aku tak tau malu. Hidup dengan khayalan yang tak jelas itu. Namun karena itu aku memiliki kekuatan untuk menggambarkan perasaanku meski dirinya seperti pulau kecil yang tertutup kabut tebal ditengah lautan. Hilang, tak tampak dan bahkan seperti fatamorgana.

Menurut orang lain, mungkin aku sudah kehilangan akal. Menunggu orang yang entah kapan akan datang. namun aku tau aku tak salah. Jika aku ingin mencari harta karun. Aku harus melihat petanya, menelusuri dan melakukan apapun sesuai petunjuk itu. Ya seperti menunggu hingga bertemu dengan dirinya. Aku harus melakukan apapun yang Allahku mau. mencintaiNya adalah poin terbaik dalam perjalanan peta menemukannya.

Mungkin orang lain mengatakan aku terlalu berlebihan menuliskan ini. Entahlah, mungkin mereka-lah yang sebenarnya terlalu sederhana mengartikan perasaan yang saat ini aku gambarkan. Cinta. Bagiku tak sesederhana itu.

Aku hanyalah gadis biasa. Yang mencoba mencintai seseorang yang entah dimana dan kapan kami akan bertemu. Bukankah ini tak sederhana?. Mencintai seseorang sebelum bertemu dengan orang yang dicintai. Pikirkanlah..