Minggu, 30 Juli 2017

Allah Bagiku


Sahabat, aku suka curhat diatas motor dengan Allah, banyak sekali yang aku ceritakan saat aku mulai naik hingga sampai ditujuan, kalau dibuat novel mungkin sudah menjadi sekian buku hehe. Kenapa gak di masjid ? kenapa gak di atas sajadah? Tak usah ditanyakan, aku hanya ingin menyampaikan hobi konyolku kepada kalian. Apa Allah protes? Tentu tidak, Allah itu selalu ada dimanapun aku dan kalian berada. Aku selalu membayangkan Allah berjalan bersamaku setiap saat, bahkan saat aku sendiri.

Dulu, saat untuk pertama kalinya aku berbicara didepan ratusan orang disebuah forum, yang aku lakukan adalah menepuk pundak sebelah kananku, saat itu aku membayangkan Allah yang menepuk pundakku. Saat aku berjalan, aku sebut asmaNya untuk aku yakinkan sekali lagi Allah berjalan bersamaku, saat aku memegang microphone, sebelum aku berbicara, aku berkata dalam hati “ya Allah aku tau kau bersamaku” kemudian aku bayangkan Allah tersenyum melihatku. Disitulah Allah bagiku, yang selalu ada.

Saat aku menangis, aku selalu mengulang kalimat “laa tahzan innallaha ma’ana” berulang-ulang kali. Apakah aku berhenti menangis? Tidak hhe, aku terus menangis dan menangis, kenapa? Karena aku terharu, Allah memelukku dengan erat dan berkata “jangan menangis, aku disini”. Yaa begitulah sahabat, Allah bagiku.

Saat aku senang. Langkahku adalah syukur yang tak terhingga.

Allah bagiku seperti sahabat setia
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar