Sahabat, aku suka curhat diatas motor dengan Allah, banyak sekali yang aku
ceritakan saat aku mulai naik hingga sampai ditujuan, kalau dibuat novel
mungkin sudah menjadi sekian buku hehe. Kenapa gak di masjid ? kenapa gak di
atas sajadah? Tak usah ditanyakan, aku hanya ingin menyampaikan hobi konyolku
kepada kalian. Apa Allah protes? Tentu tidak, Allah itu selalu ada dimanapun
aku dan kalian berada. Aku selalu membayangkan Allah berjalan bersamaku setiap
saat, bahkan saat aku sendiri.
Dulu, saat untuk pertama kalinya
aku berbicara didepan ratusan orang disebuah forum, yang aku lakukan adalah
menepuk pundak sebelah kananku, saat itu aku membayangkan Allah yang menepuk
pundakku. Saat aku berjalan, aku sebut asmaNya untuk aku yakinkan sekali lagi
Allah berjalan bersamaku, saat aku memegang microphone, sebelum aku berbicara,
aku berkata dalam hati “ya Allah aku tau kau bersamaku” kemudian aku bayangkan
Allah tersenyum melihatku. Disitulah Allah bagiku,
yang selalu ada.
Saat aku menangis, aku selalu
mengulang kalimat “laa tahzan innallaha ma’ana” berulang-ulang kali. Apakah aku
berhenti menangis? Tidak hhe, aku terus menangis dan menangis, kenapa? Karena aku
terharu, Allah memelukku dengan erat dan berkata “jangan menangis, aku disini”.
Yaa begitulah sahabat, Allah bagiku.
Saat aku senang. Langkahku adalah
syukur yang tak terhingga.
Allah bagiku seperti
sahabat setia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar