Sabtu, 16 Desember 2017

kok bisa di Daarut Tauhiid Peduli?



Assalamualaikum sahabat-sahabat yang dirahmati Allah SWT. hari ini saya mau bercerita perjalanan saya hingga sampai di takdir yang istimewa ini. Apa ituu?? yaa berhasil menjadi bagian dari keluarga besar Daarut Tauhiid Peduli. Buat saya ini adalah sebuah takdir yang istimewa, karena disinilah saya belajar lebih lagi tentang luasnya Islam, lembutnya Islam, dan nilai-nilai kebaikan dalam Islam

Jadi pada awalnya di semester enam saya punya keinginan untuk belajar tentang akuntansi syariah, karena kebetulan saat itu saya kenal dengan seorang dosen yang punya semangat luar biasa kecintaannya dengan akuntansi syariah, beliau bernama Bu Nur, begitulah saya dan teman-teman memanggil beliau. Beliau selalu share berbagai berita mengenai perkembangan akuntansi yang sesuai syariat Islam dan  bagaimana Indonesia telah membantu menghidupkan syariat tersebut. Sahabat bisa buka infonya di Republika.com atau sejenisnya (koran online) disana ada berita khusus mengenai syariah. Jadi dari membaca jugalah saya berkeinginan untuk tau lebih jauh mengenai ini. Jadi, sebagai anak akuntansi yang  awalnya saya belajar mengenai akuntansi kontemporer dan kapitalis hehe, saya hijrah untuk belajar lebih jauh bagaimana Islam mempergunakan Akuntansi untuk jihad dijalan Allah. Takbir ! Allahu Akbar. 

Setelah itu saya belajar mengenai akuntansi yayasan dan zakat. Saya berpikir “wah ternyata lebih mudah ya” hehe. Kelihatannya sih gitu. Mungkin karena aktivitasnya juga tidak sebanyak perusahaan manufaktur, selain itu juga peraturan syariah masih sedikit, bisa di search aja di google PSAK Syariah, kalau dibandingkan dengan PSAK yang kontemporer lebih banyak aturan kontemporer (saking banyaknya sayapun gak hafal udah ada berapa hehe). Dan sedikit informasi buat sahabat disini, kalau tidak salah pada awal November kemarin telah disahkan akuntansi pesantren di acara ISEF Surabaya, wah keren kan? Tentunya.

Dari segalah rasa ketertarikan dan perasaan yang menggebu-gebu itu, saya ingat bahwa ada yayasan yang keren banget versi saya. Namanya Daarul Qur’an milik ustadz Yusuf Mansyur. Saya bercita-cita menjadi akuntan di pesantren beliau ataupun jadi bagian dari keluaga besar Daarul Qur’an. Katanya sih di Malang ada PPPA Daarul Qur’an tapi saya belum tau lokasinya dimana, belum sempat juga untuk keliling dan cari lokasinya. Akhirnya iseng nulis panjang lebar ke ustadz Yusuf lewat instagram. Dan pada akhirnyaa..... gak dibales wkwk. Ya wajarlah lah ya.. ustadznya satu fansnya banyak hehe. Yang komen dan DM di IG beliau juga pasti ratusan atau bahkan ribuan. Kemudian setelah kirim pesan ke ustadz, do’a disetiap shalat saya jadi bertambah satu “ya Allah aku  mau di yayasan atau sebagainya, dimana aku bisa menerapka ilmuku untuk agamaMu, tapi ya Allah aku mau di Daarul Qur’an”. Itulah do’a saya, ada kata “tapi”nya, jadi kayak gimana gitu ya, maksa sama Allah hhe. Itu deh di ulang-ulang terus sampai suatu ketika Allah memberikan jawabannya.

Pagi itu, insyaaAllah kalau tidak salah ahad pagi. Sahabat saya di Brawijaya mengirimkan pesan singkat di grup SMB (nanti say ceritakan soal SMB). Nama sahabat saya Rida (ada yang tau?).  Dia calon Dokter Hewan salehah, jadi nanti kalau hewan sahabat ada yang sakit bisa ni hubungi sahabat saya hhe. Nah jadi dia kirim pesan begini sahabat 

“ada yang mau kencleng sedekah?”

Nah namanya juga grup SMB (Sahabat Muslimah Bondowoso) yang isinya insyaallah wanita salehah ya (aamiin), jadi banyak yang tertarik termasuk saya dan Ukhti Laila. Setelah dapat penjelasan dari Rida, saya mantep mau satu kencleng sedekah. Dan akhirnya Rida nganter kenclengan itu ke kos. Pertama pegang kenclengnya “ih lucu banget”, kalian berpikir saya alay ya? Nggak loo yang lain juga berpikiran yang sama hehe. Saat itu saya belum berpikiran jauh kencleng ini siapa yang menghimpun. Tertulis dikencelang itu “Daarut Tuhiid”. Dan disitu saya mah cuek-cuek aja, yang penting sedekah gitu. Ternyata takdir kenceleng itu gak berhenti disana sahabat. Ada seorang ikhwan yang menghubungi saya, namanya Akh Wahid. Beliau ternyata kating (kakak tingkat) sahabat saya, Rida. Akh Wahid mengirimkan pesan singkat juga ni, bilang 

“dek mau gak anti bawa kenceleng lebih banyak? Sekaligus anti jadi koordinator POLINEMA”

Wah disitu saya galau mendadak wkwk. Karena kan saya sudah semester enam setelah itu skripsi. Jadilah waktu itu saya berpikir. “kalau dibawa, kira-kira ada yang mau gak ya sama kencleng ini?”, “kalau gak ada yang mau, gimana ya? Masa iya mau dikembalikan”, "berarti kudu antar jemput kencleng dong, sempet gak ya?". Nah seharian berpikir kemudian saya dapat jawabannya. Saya bersedia membawa kencleng itu dengan niat Lillahita’ala. Kan katanya kalau karena Allah udah ada jalannya, udah tersedia kebaikan-kebaikan dan jalan terbaiknya, tinggal sabar ajaa. Ya gak? Hehe. Awalnya dikasi 6 kencelang dan dalam waktu 1 hari kencleng itu sudah ada pemiliknya, alhamdulillah. Tinggal laporan ke akh Wahid. Dan akhirnyaaa ditambain lagi kenclengnya gaaess.. katanya gini “wah anti ternyata cepat ya, saya tambah kenclengnya lagi ya?”. Awalnya galau lagi, tapi capek ya galau lama-lama, dengan hati ikhlas akhirnya saya terima kencleng lagi, kalau tidak salah ada 20 kencleng saat itu. Dan alhamdulillah ludess.. dibantu juga sama ukh laila yang kebetulan juga jadi koordinator di POLKESMA. Karena bawa kenclengnya banyak, jadi saya dapat brosur dan majalah. Saat itulah saya terpana, terkesima, ter ter ter yang lain saat saya membuka brosur dan majalahnya. Kenapa? Karena yang menjadi pimpinan di Daarut Tuhiid, yang kenclengnya ada di saya ini adalah Aa Gym gaaeess.. gk tau sih waktu itu aku bahagia, bangga juga.

Setelah perjalanan perkenclengan itu. Akhirnya Ramadhan tibaaaa, yeey hehe.. Ramadhan tiba dengan segala kemanisan sirup marjan dan ramainya antrean saat menjelang maghrib. Meskipun saya full Ramadhan tanpa keluarga dan kampung halaman, tapi nikmatnya tetap sama kok. Nikmat dengan segala karunia Allah yang limpahannya tiada tara. Termasuk nikmat yang satu ini. Pada akhirnya ada pesan dari Akh Wahid.

“dek anti dan ukh laila mau ana ajak ke Daarut Tauhiid” wah seneng banget kan jadinya.

Jadilah kita bertiga saat itu ke kantor Daarut Tuhiid. Bertemu dengan ustadz Arif yang ramaaah bangget. Ketemu sama Pak Dedy yang juga gak kalah ramah. Ada ukhti Ika juga, ternyata Ukhti Ika adalah sahabat Ukh Laila di Majelis Al-ghifari. masyaaAllah ternyata dunia ini sempit ya. Kita berkumpul di kantor Daarut Tuhiid yang bersih dan wangi banget. Kata ustadz, Daarut Tuhiid selalu menanamkan nilai-nilai kebersihan dan kerapian karena kebersihan sebagian dari iman seorang muslim. Jadi harus ditunjukan tu. Ustadz dan lainnya menyambut kami dengan sangat baik. Banyak hal yang diceritakan oleh beliau. Ustadz mengajak kami bergabung aktif di Daarut Tuhiid, dakwah lewat kencleng itu. Dan ternyata Daarut Tuhiid Peduli baru tiga bulan berdiri. Tambah bahagia dong dapat berita itu, karena itu berarti yang berada di kantor itu juga sedang belajar bersama membangun Daarut Tuhiid Peduli dan saya juga ada dalam bagian itu. Fix akhirnya riska jadi bagian dari Daarut Daarut Tuhiid Peduli. Alhamdulillah... setelah itu saya ikut kegiatan-kegiatan DT Peduli yang lain, seperti membagikan zakat, terus berjuang dengan kencleng dan ketemu sama sahabat-sahabat yang hebat dalam dakwah. Waktu itu Ramadhan saya benar-benar dapat keluarga baru yang luar biasa di Malang tempat saya merantau.

Ketika doa-doa saya terjawab, saya berhenti sejenak menikmati karuniNya. Kenapa saya mengatakan “doa saya terjawab” padahal saya kan tidak ditakdirkan di Daarul Qur’an? Hehe. Sahabat ingat tidak dengan firman Allah yang satu ini 

“Diwajibkan atas kamu berperang, Padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia Amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”  (QS. Al-Baqarah : 216)

Dalam ayat itu Allah ingin menjelaskan pada kita bahwa Allah tau tempat terbaik untuk kita sahabat. Mungkin kalau saya di Daarul Qur’an tidak akan mendapatkan euforia perjuangan membangun sebuah lembaga dari awal, ya kan?. Jalani takdir terbaik dengan versi Allah itu membahagiakan, seperti kita berjalan diatas taman bunga yang sudah ada jalan khusus untuk kita. Yang artinya, Allah bimbing, mempermudah kita bertemu dengan kebaikan-kebaikan yang lain.

Mungkin ini agak gak nyambung kenapa saya tiba-tiba nanya, pernah dengar lagu edqoustic yang berjudul sepotong episode? Ini dia liriknya

sepotong episode masa lalu aku
episode sejarah yang membuatku kini
merasakan bahagia dalam diin-Mu
merubah arahan langkah di hidupku

kalimat dalam lagu ini, mewakili apa yang saya jalani selama ini. Bahwa sepotong episode yang telah terjadi dalam hidup saya begitu mudah membuat saya berubah haluan menuju jalanNya. Tapi saya tau perjalanan ini bukanlah perjalanan yang mudah sahabat. Amanah besar menunggu diujung sana (nanti saya akan ceritakan lebih banyak). Bukankah Allah telah berfirman 

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? (Al-ankabut :2)

Jadi, perjalanan masih panjang. Semoga Allah selalu memberikan kesabaran dan keistiqamahan kepada saya dan teman-teman di Daarut Tauhiid mengemban amanah-amanah kedepannya. Aamiin Allahumma aamiin.

Senin, 27 November 2017

Indahnya Negeri Sakura dan Suka Duka didalamnya (SMB Daily)





Haaii.. Assalamualaykum, maaf ya Sahabat karena mungkin sudah banyak yang menunggu tulisan yang satu ini (mengenai SMBDily).  Maaf sekali lagi karena saya menulis disela-sela kesibukan menyusun skripsi (mohon do’anya) hehe.  Nah seperti yang sudah saya janjikan, bahwa kali ini saya akan berbagi mengenai isi dari seminar online SMB (Sahabat Muslimah Bondowoso) yang diselenggarakan hari sabtu kemarin tanggal 25 November 2017 dengan moderator Ukhti Cinthika Angandari (pengurus SMB) dan pemateri mbak Asya Fathya Nur Zakiah yang saat ini sedang melaksanakan pendidikan S2-nya di Jepang, huwaaa keren banget ya muslimah satu ini. Mau tau banyak soal beliau? Yuk disimak berlangsungnya acara seminar online kemarin “Indahnya Negeri Sakura dan Suka Duka didalamnya"
***
Assalamualaykum warohmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah, puji syukur sudah sepatutnya kita haturkan kepada sang khalik, Allah SWT, atas nikmat luarbiasa yang tidak henti-hentinya dianugerahkan kepada kita, nikmat iman dan islam. Shalawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada Rasul Muhammad Sallallahualaihiwasallam, serta kepada keluarga dan sahabat beliau serta kaum mislim yang sampai saat ini tetap teguh menjalankan syariat islam.
Perkenalkan nama saya cinthika selau moderator SMBDaily akan memandu jalannya seminar online mengenai “Indahnya Negeri Sakura dan Suka Duka didalamnya”. Saya persilahkan mbak Asya memperkenalkan diri, selaku pemateri pada malam ini.
Assalamualaykum Wr. Wb. Perkenalkan nama saya Asya Fathya Nur Zakiah. Sahabati disini semua bisa memanggil saya Asya. Asli Cianjur (Jawa Barat). Saat ini saya sedang melanjutkan studi di Tohoku Unversity, Japan dengan bidang Marine Biochemistry dan beasiswa LPDP, salam kenal semuanya.
Seelumnya terima kasih telah diberikan kesempatan untuk sharing sedikit pengalaman Asya hehe. Semoga ada kebaikan yang bisa diambil, dan yang jeleknya jangan yaa. Disini Asya juga masih belajar hehe, semoga kedepannya bisa sama-sama belajar.
Disini Asya ingin sedikit cerita perjalanan asya dalam merealisasikan mimpi untuk study abroad. Ketika SMA dulu, asya bercita-cita masuk sekolah tinggi supaya bisa langsung mendapatkan pekerjaan,. Qadarullah, ternyata rezekinya asya masuk ke Institut Pertanian Bogor (IPB), alhamdulillah, lingkungan IPB yang cukup memadai sehingga asya mendapatkan banyak inspirasi untuk menjadi pribadi yang aktif, dan bahkan berkeinginan untuk keluar negeri atau study abroad. Pertama kali ke jepang sewaktu tingkat tiga perkuliahan mengikuti konferensi. Sebar kesana-kemari proposal pendanaan bersama dua teman lainnya (satu tim) sambil membayangkan suatu saat kami akan berjalan-jalan di Jepang. Dan detik-detik terakhir alhamdulillah ada yang mendanai juga. Setelah melihat bumi Allah lainnya yang ternyata luas loh. Lebih indah juga, akan ada keinginan untuk kembali atau menjelajai belahan bumi lainnya. Oh ya.. kenapa jepang? Sejujurnya, asya biasa saja dengan anime, atau hal yang berbau jepang, tapi rezekinya ke Jepang terus hehe. Asya suka dengan negara ini karena mereka mandiri, disiplin, teratur, dan pekerja keras.
Dari pengalaman-pengalaman tersebut, asya berkeinginan untuk melanjutkan studi di Jepang. Mengambil hal-hal yang baik dari negeri ini dan berbagi kepada sahabat/adik/kakak supaya juga bisa melihat dan merasakan pengalaman yang luar biasa ini.
Perjalanan merealisasikan mimpi baru saja dimuai. Asya harus mendapatkan beasiswa keluarga asya bukan miliarder yang mampu menyekolahkan asya keluar negeri. Dan asya harus mendapatkan beasiswa ataupun lanjut studi asya mulai ketika tingkat pertama perkuliahan S1. Selain aktif menjadi mahasiswa, asya juga mengusahakan diri untuk aktif ikut organisasi, menjadi volunteer kegiatan sosial, mengikuti perlombaan, dan pertukaran pelajar, kegiatan tersebut semata-mata asya lakukan untuk mencari pengalaman, belajar, menambahkan koneksi juga refreshing dari penatnya belajar hehe. Dan secara tidak langsung kegiatan tersebut mewanai CV kita ketika apply beasiswa ataupun universitas.
Alhamdulillah setelah apply beberapa kali beasiswa, rezeki asya ada di LPDP, jepang yang terkenal sangat disiplin menjadi tantangan tersendiri untuk asya yang sering kali deadliners. Banyak sekali hal-hal yang asya dapat selama study abroad disini. Suka dan dukanya juga banyak hehe. Sukanya, asya berkesempatan mendapatkan pengalaman baru dalam kegiatan pembelajaran yang berbeda dengan indonesia; bisa banyak belajar hal-hal baik dari teman-teman disini. Dukanya merantau seringkali rindu kampung halaman hehe.
Tapi terlepas dari itu semua, “sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama manusia” alhamdulillah, dari inspirasi yang asya dapat dari rekan/kakak/adik kelas di sekitar asya. Asya juga ingin sekali berbagi hal baik yang asya dapatkan, entah itu dengan bercerita, mengajak mengikuti suatu hal ataupun sedikit membantu rekan/kakak/adik dalam merealisasikan target-targetnya.
Kunci sukses menurut saya berawal dari niat. Jangan sampai niatnya karena sesuatu yang fana hehe. Usahakan niatnya karena Allah yak. Selanjutnya, keluar dari zona nyaman dan menjadi bermanfaat bagi orang banyak. Dan usahakan serta kondisikan lingkungan sekitar kita orang-orang baik dan mendukung kita untuk melakukan hal-hal baik.
SESI TANYA JAWAB :
Bagaimana kehidupan di jepang selain mengedepankan kedisiplinan? Dan lagi ada pendapat yang sekerang sedang booming yang bilang kalau jepang, tanpa agama. “orang-orang juga bisa hidup dengan baik, rukun, dll?”
Kehidupan di jepang juga mengedepankan keteraturan, contohnya : dalam skala rumah tangga sudah mulai dilakukan pemilihan pembuangan sampah. Misal dibagi menjadi beberapa jenis, plastik, botol, kertas, selain itu, jadwal bis dan kereta juga sesuai dan tepat waktu. Mereka juga pekerja keras. Di lab saya, (tidak ada peraturan tertulis), masuk jam 10.00 dan pulang jam 19.00 atau bahkan lebih. Dan hari sabtu pun masih ke kampus. Terkait yang lagi hot saat ini, menurut saya, sebaiknya untuk melihat sesuatu hal jangan satu sisi saja. Coba lihat dari sisi lainnya. Dan jangan hanya traveliing satu/dua minggu saja.  Coba berinteraksi lebih jauh dengan orang-orang disini, atau coba tinggal disini satu/dua tahun lebih. Dari sana kita bisa meligat baik dan buruknya serta bisa membandingannya dengan bijak. Orang jepang memang jujur dan disiplin. Hal-hal baik ini telah menjadi suatu kebiasaan dan mereka diajarkan sejak dini. Kita pun bisa seperti itu. Orang- orang jepang sendiri punya agama, ada shinto, budha, kristen, dan juga atheis. Tapi menurut saya pribadi, tanpa agama akan terasa sulit.
Dijepang, tekanan dalam pekerjaan, studi cukup besar. Sehingga ketika orang stress mereka bingung mencari pelariannya, hilang arah. Bahkan, tak jarang mereka melakukan bunuh diri.
Lalu, saya pernah mendapatkan cerita dari kakak kelas yang lebih lama tinggal di jepang, ada orang jepang yang ketika ia mencapai sesuatu yang dia inginkan dan sangat bahagia, dia merasa tidak enak karena dia tidak tau ingin berterima kasih pada siapa. Karena dia tidak memiliki Tuhan. Dan ternyata ketika senang, beberapa dari mereka ternyata bingung mengungkapkan ke siapa.
Kata mbak asya tadi kunci pertama adalah niat. Nah lalu bagaimana mbak, cara kita sebagai pelajar khususnya siswa SMA yang kadang niatnya banyak yang salah. Karena jujur banyak anak SMA niat ke sekolah karena agar setelah lulus SMA bisa masuk ke perguruan tinggi negeri yang favorit. Tentu itu adalah niat yang salah, karena niat awal menuntut ilmu juga sebagai ibadah. Lantas bagaimana cara kita agar diri sendiri percaya bahwa nia menuntut ilmu itu sebagai ibadah? Sedangakan kita kebanyakan para siswa sudah di setting pemikiran dari seminar-seminar motivasi dan dari guru jika nilai kita bagus akan mudah diterima di PTN terbaik, padahal jika di telaah lagi, niat yang benar adalah Lillah menuntut ilmu Lillah menuntut ilmua bukan karena nilai tinggi dan diterima di PTN terbaik.
Waalaykumsalam. Wah pertanyaannya ya hhe disini saya juga masih belajar terkait niat karena Allah. Motivasi mendapatkan nilai yang bagus supaya diterima di PTN terbaik itu tidak salah sebenarnya. Tapi saya belajar dari pengalaman ketika meniatkan diri pada suatu hal yang fana itu terasa sekali sakitnya ketika harapan yang kuat buat ternyata bukan rezekinya kita. Akhirnya, kita akan percaya dan menyerahkan sepenuhnya pada pilihan terbaikNya. Selain itu, dengan niat ibadah. Bonusnya in syaa Allah mendapatkan pahala.
Meyakinkan diri supaya menuntut ilmu itu adalah ibadah sebenarnya bisa dimulai dengan hal-hal kecil. Misalkan untuk mendapatkan nilai yang bagus, pasti kita berusaha dengan sungguh-sungguh, tidak dengan cara yang tidak di ridhai-Nya (red:mencontek). Toh untuk apa? Khawatirnya nanti yang kita dapatkan malah jadi tidak halal.
Dan berdasarkan pengalaman saya yang ingin masuk Sekolah Tinggi karena nantinya supaya mudah mendapatkan pekerjaan ternyata salah. Bahkan, Allah punya rencana yang lebih baik lagi untuk saya. Jadi Lillah saja karena Allah.
Motivasi terbesar mbak asya apa ya? Mungkin pernah ngerasa lelah/hampir menyerah gitu kan pasti pernah ya? Lalu bagaimana cara ngatasi kalau kita lagi gak istiqamah/males?
Lelah atau menyerah pernah, bahkan sering. Motivasi terbesar saya, saya ingin membuat orang tua dan keluarga saya bahagia dan bangga. Saya, tipe orang yang “no wacana”, karena orang-orang yang wacana sudah terlalu mainstream hehe cara mengatasinya ketika sedang tidak istiqamah/malas: melakukan me-time supaya refresh lagi semangatnya. Ngobrol/konsultasi dengan teman-teman satu visi supaya bisa re-charge lagi semangatnya. Melihat video-video motivasi dan juga bersyukur atas apa yang kita punya, jangan sampai menyianyiakan kesempatan yang ada karena malas.
Untuk mendapatkan beasiswa itukan kita harus jadi mahasiswa yang berprestasi, nah bagaimana dengan mahasiswa yang kemampuannya terbatas dalam arti IQnya sedang atau rendah? Terkadang juga minder sama orang yang lebih pinter dari pada kita. Dan bagaimana caranya agar kita percaya diri dalam menggapai sesuatu, apalagi ketika kita ingin berubah entah jadi hafidzah, ada saja yang mencemooh
Untuk mendapatkan beasiswa sebenaranya tidak perlu menjadi mahasiswa berprestasi. Ada banyak sekali beasiswa yang tidak mensyaratkan hal seperti iti. IQ saya pun sedang hhe bahkan IPK saya pun baisa saja tapi alhamdulilllah cukup untuk apply beasiswa.
Percaya diri dalam menggapai sesuatu menurut saya biasa dilakukan dengan cara :
1.      Jangan berpangku dengan penilaian orang lain. Saya punya teman (dalam kasus ini masih tentang beasiswa ya). Dia IPKnya rendah. Dan bahkan banyak orang yang mencemooh dia, ketika dia ingin lanjut studi S2. Qadarullah, akhirnya dia membuktikan cemoohan mereka salah, dia bisa merealisasikan apa yang dia targetkan. Dan begitupun menjadi hafidzah. Karena kita tidak bisa menyenangkan setiap orang
2.      Jika hal tersebut menurut kamu baik untuk kamu dan juga orang lain, jangan minder! Kamu harus percaya diri. Kenapa harus tidak percaya diri jika memang itu sesuatu hal yang baik?
3.      Share atau konsultasi dengan orang-orang yang bisa membuat kamu percaya akan kemampuan diri sendiri. Mengkondisikan lingkunagn sekitas menurut saya sangat penting
Kalau boleh tau apa sih rutinitas mbak asya untuk bisa menjaga keistiqamahan sebagai muslimah ? karena sepertinya mbak asya adalah muslimah yang aktif
Rutinitas saya masih jauh dari sempurna dari sahabati disini. Pun sebenarnya kegiatan yang saya lakukan pun masih jauh dari kata istiqamah. Tapi saya selalu coba mengusahakan shalat tepat waktu. Karena ketika kita perbaiki jadwal shalat, in syaa Allah.. Allah akan mengatur jadwal hidup kita; shalat dhuha sembari memperbanyak rakaatnya; meminta ridha orang tua terkait kegiatan-kegiatan yang saya jalani; berkumpul dengan teman-teman yang bisa me-recharge rohani saya; melakukan amalan-amalan sunnah; serta saya selalu reminder diri ketika ketidakistiqamahan melanda.
Alhamdulillah terima kasih mbak asya sudah menjawab semua pertanyaan sahabati dengan sangat baik. Sebelum diskusi ini ditutup, mungkin ada kesan pesan untuk kami mbak?
Kesannya saya salut dengan sahabati yang mau belajar menjadi lebih baik lagi, salah satunya berkumul dalam grup ini. Saya yakin sahabati disini keren-keren, diatas rata-rata dari yang lainnya karena sudah memiliki niat yang baik bahkan lebih baik dari sekitarnya.
Pesannya yang semangat selalu merealisasikan target-target kedepannya. Oh ya.. jangan ragu untuk bermimpi setinggi-tingginya yaa, jika jatuh.. jatunya diantara awan-awan hhe, jangan takut untuk pergi merantau, melihat bumi Allah lainnya yang luas. Dan... jangan lupa pulang ke kampung halaman. Karena kalau bukan kita, siapa lagi yang akan memajukannya hehe (reminder untuk diri juga). Semoga ada hal baik yang bisa diambil, yang tidak baiknya dibuang yaa
Alhamdulillah, kita telah berada di akhir acara.. saya selaku moderator, mohon maaf atas kesalahan yang saya lakukan.. mari kita tutup acara ini dengan Do’a Kafaratul Majelis
***
Barakallah, udah baca yaa berlangsungnya seminar online kemarin. Keren kan? Yaa doong hehe. Support terus SMB ya di Instagram  @sahabatmuslimahBws, doain kita terus semoga bisa berbagi ilmu, pengalaman, dan pokonya menebar manfaat untuk sahabati semua. Jazakillah khair, wassalamualaykum wr.wb

Jumat, 17 November 2017

MENJADI PEREMPUAN HEBAT (Pengalaman THRU #2)




            Assalamualaikum sahabat, terima kasih karena sudah menyempatkan untuk membaca tulisan saya. Semoga dengan ini semakin bertambah semangat kita untuk belajar, dan meraih RidhaNya (aamiin). Apa kabar sahabat? Semoga baik yaa.. dan selalu dalam lindungan Allah SWT (aamiin). Sahabat, kali ini sesuai dengan janji saya, saya akan menyampaikan lanjutan dari pengalaman saya mengikuti seminar THRU, kalau kalian belum tau THRU itu apa, kalian bisa baca di pengalaman THRU part pertama yaa.. Mau ngingetin lagi, materi ini di sampaikan oleh Teh Karina Hakman. Naah bagi yang belum tau siapa Teh Karin, sok atuh di baca Part satunyaa.. hehe jadi intinya, baca part satu dulu baru yang ini yaaah..
            Ada beberapa pertanyaan yang akan diajukan kali ini. untuk konsep penulisan saya, tetap akan saya sajikan seperti tanya jawab dalam seminar online ya sahabaat.. silahkan disimak pertanyaan pertama dari salah satu peserta mengenai bagaimana cara membagi waktu versi Teh Karin nih hehe,
Asslamualaikum mbak, mau Tanya, gimana bagi waktu pas masih kuliah sama ngasuh anak? Setelah lahir anaknya dititipkan atau gimana?
InsyaaAlllah saya coba bagi menjadi 2 tahap : pembagian waktu ideal dan realita terjadi. Idealnya, sederhananya, ketika saya kuliah, maka suami kerja part time. Meskipun asi eksklusif, rencananya ingin pumping. Semuanya rencana awal. Realitanya ?
Yaa realitanya :
1.      Saya gak berhasil pumping. Sejak lahir sampai anak –anak usia 6 bulan, anak-anak selalu ikut kemanapun saya pergi. Termasuk kuliah.
Alhamdulillah, seluruh civitas Monhas mendukung saya untuk membawa anak ke kampus, menyusui di kelas, sambil mendengar dan mencatat, suami ikut ke kampus, menunggu di luar kelas. Ketika episode Maryam yang asi eksklusif, suami di luar bersama yusuf. Kalau asi sudah beres, maka saya bawa Maryam ke luar ke luar kelas, main dengan abi dan Yusuf.
2.      Realitanya, tugas yang banyak, yang rencananya harus dikerjakan di malam hari, seringkali gagal terkerjakan sesuai dengan jadwal.
Saya memiliki satu ginjal. Daya tahan tubuh dan stamina saya harus betul-betul dijaga.
Selain itu, selama hamil Maryam (tingkat 1 kuliah), saya 2 atau 3 kali mengalami perdarahan ringan. Harus istirahat total dan mengurangi berbagai kegiatan melelahkan.
Lalu bagaimana?
            Sebetulnya, intinya, saya ngerasa nggak ada lagi yang bisa saya lakukan, kecuali untuk tetap bergerak semampu saya. Tetap belajar dan mengerjakan tugas meski ada bersitan bahwa saya gak akan bisa menyelesaikannya. Tetap berdoa di saat saya terkapar , dan tidak mampu melakukan apa-apa. Dan justru episode terindah adalah ketika kita menyadari tidak mampu melakukan sesuatu, dan hanya Allah lah yang mampu menyelesaikannya”.
Qodarullah, tidak terhitung berbagai kemudahan rezeki dari Allah sepanjang kehidupan student mom saya, mulai dari perpanjangan waktu tugas, nilai yang ternyata bagus, dan ujian yang ternyata memberikan soal sesuai dengan materi yang saya pelajari. Allahua’lam bishawab.
            Alhamdulillah itu tadi pertanyaan pertama di part 2 ini sahabat. Apa yang bisa kita dapat? Ternyata Teh Karin sudah merencakan apa-apa yang akan beliau lakukan setelah bersuami dan memiliki anak. Namun ternyata antara rencana dan realita jauh banget ya. Disitulah tantangan mulai datang sampai beliau sakit, namun apa poin pentingnya? Poin pentingnya ialah bahwa sesulit apapun tantangan yang kita hadapi, Allah sudah memberikan sesuai dengan kemampuan kita dan jika kita melakukan tantangan itu dengan ikhlas karena Allah, maka Allah akan memberikan kemudah-kemudahan dari jalan yang tak kita sangka-sangka. masyaAllah, Allah memang pemberi solusi terbaik yaa..
            Oiya ada pertanyaan mengenai buku apa ni yang harus dimiliki perempuan kalau mau belajar ilmu parenting (parenting itu ilmu cara mendidik anak). Eh tapi ada yang bilang, “ris ngapain sih belajar perenting? Kan kita masih muda?” nah jawaban saya adalah, justru karena kita masih mudah, masih panjang waktunya, jadi perbanyakin ilmu untuk mempersiapkan masa depanmu, dan masa depan generasi-generasi kita itu perluu looh, jangan malu belajar parenting, ini adalah ilmu yang super duper penting buat perempuan. Eh yaa sampai lupa buku apa yaa yang harus dimiliki, nah ini jawaban Teh Karin
Kalau belum menikah, mulailah dengan mempelajari buku pernikahan dan fiqih wanita. Buku nikah bisa yang Mahkota Pengantin atau bahaianya merayakan cinta (untuk pemula). Kalau lebih dari itu, ada yang lain. Fiqih wanita yang sederhana dan rangkuman, oleh Syekh kami Muhammad Uwaidah, biasanya satu buku cukup. Kalau mau lebih dalam, ada juga kebebasan wanita, berisi 6 jilid. Buku parenting, saya sendiri pakai 2 buku yang saling melengkapi, yaitu : Tarbiyatul Aulad fil Islam dan Prophetic Parenting. Selain dari dua buku itu, buku lain yang menurut saya sangat bagus bukunya Fitrah Based Education oleh Harry Santosa. Baguss banget walaupun saya belum punya, cukup mahal, tapi saya pelajari isinya online dari fb penulisnya.
            Tuh dah list buku yang sahabat bisa beli kalau mau belajar yaa. Ada yang penasaran gak keseharian Teh Karin itu ngapain aja yaa, karena mungkin saja sahabat disini ada yang merasa kehidupannya sia-sia dan waktu habis percuma, naudzubillah.. semoga yang mengalami ini segera usai ya, dan yang belum semoga saja gak pernah ya ngalami ini, istighfar dulu yuk.. jangan sampai kita masuk dalam golongan yang merugi. Inilah jawaban Teh Karin soal kegiatan-kegiatan beliau.
Kegiatan harian saya bervariasi sekali. Seringkali banyak kejutan. Sebetulnya yang menurut saya lebih pentng untuk dijawab adalah KENAPA MERASA WAKTU TERBUANG PERCUMA, mungkin perlu di telusuri nih,
-          apakah pekerjaan itu sesuai dengan “muyul” ukhti atau tidak
-          apakah dalam pekerjaan tersebut terdapat manfaat atau tidak
-       apakah pekerjaan tersebut melibatkan maksiat yang mengurangi atau bahkan menghapus keberkahan atau tidak
karena seharusnya amal kebaikan yang satu, akan membimbing kepada amal kebaikan lainnya. Seharusnya, setelah beramal saleh, kita akan merasakan kepuasan syukur lahir dan barin. Alllahualam bishawab, hapunten kalau ada salah dan kurang.
Tambahan lagi :
Masalah pengaturan waktu, menurut saya, tidak ada one best answer. Karena culture dan kondisi rumah tangga seyiap kita berbeda. Kalau saya usahakan menjadi pedomannya adalah :
1.      setiap kegiatan dibagi meyesuaikan jadwal shalat dulu
2.      belajar dari Teh Yuria Cleopatra (Teh Patra), jangan jadikan anak sebagai alasan menunda shalat. Silahkan cek fn beliau bagaimana tips dan trik mengatur kulitas ibadah dan shalat.
3.      Belajarlah untuk khusyuk dalam melaksanakans segala sesuatu.
Khusyuk disini bermakna :
-          Arti sebenarnya : mengingati bahwa kita akan kembali kepada Allah
-          Arti terapan : bersikap mindful, fokus, dalam mengerjakan sesuatu sehingga setiap pekerjaan yang dilaukan pada saat itu bisa terlaksana dengan cepat, baik, dan tuntas
4.      Hindari stress dengan multi tasking pada saat menjada anak. Menjada anak sambil mengejar deadline hanya akan membuat frustasi. Kalau harus menjaga anak, lepaskan segala beban, tapi jalau sedang beraktifitas di luar, keluarga tetap terpatri didalam hati. Karena menjadi sebagian jawaban sudah diatas ya.
Ssooo.. poin penting apa yang kita dapat dari pertanyaan terakhir ini? BAGILAH WAKTU MENYESUAIKAN WAKTU SHALAT. Jangan menunda shalat itu intinya. Saya pernah datang kesebuah seminar islami, ada 2 pemateri yang hadir disana, beliau-beliau diberi pertanyaan yang sama yakni bagaimana mereka membagi waktu. Jawaban mereka adalah sama, yakni MULAILAH HARI DENGAN HAL YANG BAIK, YAKNI SHALAT SUBUH TEPAT WAKTU. Jadi gituu sahabat.. cara ampuh membagi waktu.

Udah capek baca? Yaa sama saya juga sudah capek nulis wkwk. Mau lanjut nugas heehe.. semoga sedikit ilmu dan pengalaman yang saya dapat dari THRU 1-2 sahabat bisa mengambil hikmah dan pembelajaran. Mohon doanya untuk saya semoga selalu istiqamah dalam menulis yaa.. buat Teh Karina juga semoga beliau dan keluarga selalu dalam lindungan Allah SWT, untuk THRU Family kita doakan semoga selalu menjadi komunitas yan bisa menebar kebaikan-kebaikan , aamiin Al fatihah 
Jazakumullah khair sahabat, makasi sekali lagi karena sudah menyempatkan untuk membaca, semoga menjadi amal kebaikan untuk kita semua, aamii
 wassalamualaikum