Selasa, 29 Agustus 2017

TUTUP PINTU, SUDAH MAGHRIB




           



          Assalamualaikum sahabat. Apakabar hari ini? semoga masih dalam iman dan perlindungan Allah SWT (aamiin). Alhamdulillah hari ini Allah SWT masih memberikan nikmat menulis kepada saya dan membaca bagi sahabat yang bersedia untuk membaca. Ini hanyalah tulisan singkat yang saya tulis dari hasil membaca buku ataupun mendengarkan tausiyah dari ulama atau bahkan dari acara islami yang sangat popular di televisi. Jadi, yang luar biasa itu yang memberi ilmu kepada saya, yang lebih luar biasa dan Maha Tau akan segalanya itu Allah, karena Allah yang menciptakan kita.
            Baiklah sahabat. Saya akan memulai tulisan ini dengan satu pertanyaan.
            Apa pernah sahabat mendengar ibu kita berkata
            “nak.. ayo masuk, sudah maghrib” atau “nak tutup pintunya, sudah maghrib”
            nah bagaimana sahabat? Pernah tidak? Kalau saya pribadi sih pernah. Katanya pamali, katanya nanti di bawa wewe gombel atau mitos-mitos masyarakat yang lain.
            Tapii… apa betul menutup pintu saat maghrib itu mitos? Bagaimana menurut islam? Kita akan membahasnya di tulisan kali ini sahabat.
            Sebelum itu, kita harus memahami apa itu waktu maghrib.  Kata maghrib dalam Al-qur’an berarti barat/terbenam. Jadi dapat disimpulkan bahwa maksud dari waktu maghrib adalah waktu terbenamnya matahari di ufuk barat. Lalu ada apa dengan maghrib, tolong baca dengan baik hadits berikut ini ya sahabat :
“ketika malam turun dekatkanlah anak-anak kalian kepadamu, karena waktu itu syaitan berkeliaran, sejam kemudian kalian dapat melepaskan mereka. Dan tutuplah pintu-pintu rumahmu dan sebutlah nama Allah. padamkan lampu dan sebutlah nama Allah, tutuplah minumanmu dan sebutlah nama Allah, tutuplah juga bejanamu dan sebutlah nama Allah sekalipun hanya dengan meletakkan sesuatu di atasnya”(HR: Bukhori)
            Sudah di baca sahabat? Alhamdulillah. Dalam hadits tersebut, Rasulullah SAW menyampaikan kepada kita bahwa saat maghrib adalah saat dimana syaitan berkeliaran, maka dari itu sebaiknya kita meminta perlindungan kepada Allah dengan menyegerakan shalat maghrib dan dilanjutkan dengan dzikir atau membaca Qur’an, dan jangan lupa, sebelum maghrib tutup pintu atau jika tidak syaitan akan masuk sesuka mereka. Loh bukannya setan itu bisa menembus pintu, tembok dll? Kaya di tv-tv ituu?? Wallahua’lam. Tapi kita bisa mengusir syaitan yang masuk. Coba sahabat baca hadits berikut :
“ apabila seorang itu memasuki rumahnya dan mengingat Allah dengan membaca bismillah ketika memasukinya dan ketika ingin makan, maka syaitan akan berkata kepada golongannya “kalian tidak memiliki tempat untuk bermalam dan tidak juga makan malam. Sebaliknya apabila seorang itu memasuki rumah dan tidak mengingat Allah ketika memasukiya, syaitan berkata kepada golongannya “kalian telah mendapat tempat bermalam” (HR:Muslim)
            Sudah faham yaa?? Haditsnya mudah dimengerti hehe. Oke, itu artinya kita harus mengingat Allah agar tak ada satupun syaitan yang bermalam di rumah kita, kalau masuk rumah jangan lupa salam, kalau makan jangan lupa baca do’a.
            Ternyata, perintah ibu untuk menutup pintu dan segera pulang disaat maghrib  itu bukan mitos ya sahabat. Hal itu adalah suatu kegiatan yang memang dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk kita kerjakan sebagai muslim untuk melindungi diri dari gangguan syaitan di waktu maghrib. Sahabat, semoga Allah selalu melindungi kita. Dan jangan lupa dibaca surat Al-Falaq-nya ya.. untuk meminta perlindungan kepada Allah SWT. Kenapa Al-Falaq? Coba deh baca artinya hehe..
            Sampai disini saja tulisan saya kali ini. semoga memberikan manfaat. Maaf jika ada kesalahan, kesempurnaan hanya milik Allah SWT.
            Wassalamu’alaikum.




           

           
           


Selasa, 22 Agustus 2017

DZULHIJJAH KITA




Assalamualaikum sahabat, pantaslah kita sebagai hamba mengucap syukur kepada Allah SWT karena hari ini masih diberikan kesempatan untuk beribadah dan terus memperbaiki diri.  Sebelum memulai pembahasan hari ini saya ucapkan terima kasih kepada sahabat-sahabat yang bersedia untuk membaca tulisan saya. semoga dengan tulisan ini, saya dan sahabat semuanya bertambah keimanan-nya dan semakin senang dalam ketaatan kepadaNya (aamiin)
Sahabat, suatu nikmat dan karunia Allah SWT ialah kita diberikan olehNya hari-hari dan kesempatan yang luar biasa untuk beribadah dan mendapatkan pahala yang lebih dibandingkan hari-hari lain. salah satu kesempatan itu terjadi pada hari ini dan 9 hari kedepan. Apakah itu ? hari itu adalah 10 hari pertama di bulan dzulhijjah.
“demi fajar. Dan malam yang sepuluh” (QS. Al-Fajr:1-2)
Sebagian besar ulama sepakat bahwa yang dimaksud dengan malam yang sepuluh itu ialah malah 10 hari awal di bulan dzulhijjah. dan pada tahun ini, sesuai dengan sidang isbat Kemenag, 1 dzulhijjah jatuh pada tanggal 23 Agustus 2017.
Begitu istimewa 10 hari di awal bulan dzulhijjah hingga Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits Al-Bukhori no 518:
“tidak akan ditemukan hari-hari dari sepanjang hari yang dilalui manusia setiap tahunnya yang ketika kamu beramal saleh di hari itu, amal saleh kita akan sangat di cintai di istimewakan, di lipat gandakan pahalanya oleh Allah SWT dibandingkan hari-hari biasanya”
Kemudian sahabat membuat ilustrasi
“ya Rasulullah, apakah jihad Fisabilillah tidak mampu menandingi pahalanya kalau kita beramal di 10 hari pertama dzulhijjah ini dengan keutamaannya?”
Kemudian Rasulullah menjawab :
“bahkan jihad fii sabilillah pun tidak bisa menandingi amal saleh di waktu ini, kecuali jika ada seseorang yang dia berjuang dengan jiwa dan hartanya kemudian dia tidak kembali lagi”
 Yang dimaksud oleh “kemudian dia tidak kembali lagi” ialah orang yang berjihad dijalan Allah SWT kemudian dia wafat. Masya Allah, begitu luar biasa ya sahabat, bahkan Rasulullah memberikan gambaran pada hari ini pahala ibadah kita minimal sama dengan orang yang berjihad di jalan Allah SWT.
Menjelang subuh saya sempat mendengarkan ceramah dari ustadz Adi Hidayat, LC. Beliau mengajak kita semua untuk memperbanyak beribadah dan tidak menyia-nyiakan hari-hari yang mulia ini. perbanyak ibadah tilawah, sedekah, dzikir, dan ibadah-ibadah lainnya.
Ngomong-ongomong soal ibadah di bulan dzulhijjah, memang masih ada beberapa perdebatan antara ulama. Jika sahabat menemukan perbedaan pada penjelasan mengenai 10 hari bulan dzulhijjah, misal mengenai puasa. Yang benar, puasanya berapa hari ya.. ada yang bilang setiap hari selama awal bulan dzulhijjah dan ada yang mengatakan hanya di tanggal 9 Dzulhijjah saja. Sebenarnya mengikuti salah satunya tidak masalah, karena yang terpenting kita memperbanyak amalan di 10 hari bulan dzulhijjah ini. mau setiap hari puasa gak papa, mau 9 dzulhijjah saja gak papa. Kan tergantung bagaimana kualitas puasa kita. Karena Allah atau karena yang lain. namun 9 dzulhijjah atau yang sering dikenal dengan puasa Arafah memang menjadi hari faforit diantara yang lain untuk berpuasa. Kenapa yaa, karena sesuai dengan Hadist berikut :
Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. ” (HR. Muslim no. 1162)
Wah enak yaa bisa dihapuskan. Taapiii bukan berarti kita bebas untuk melakukan dosa-dosa ya sahabat, karena dosa itu menjauhkan kita dari kebaikan dan dari Allah SWT. Bisa saja dosa kita akan tertumpuk lebih banyak lagi dan tak sebanding dengan amal baik kita, naudzubillah.
sahabat, semoga kita dipermudah untuk melakukan ibadah di hari-hari awal dzulhijjah ini, dan Allah SWT Ridha untuk kita menjadi lebih baik. ingatlah, bahwa saat kita dimudahkan untuk melakukan hal baik, disitu ada Allah yang ingin kita menjadi lebih baik.


           

Selasa, 15 Agustus 2017

QORIN




Assalamualaikum sahabat, terima kasih karena menyempatkan untuk membaca tulisan saya hari ini. sesuai dengan janji saya, saya akan bercerita tentang qorin. Apa itu qorin? Kita akan bahas di paragraph berikut ini.
            Apa itu qorin? Qorin itu berasal dari kata Al-Qornu yang  berarti sesuatu yang menempel/kawan. Jika ada yang membahas mengenai jin qarin, berarti pembahasan ini mengenai jin yang selalu menempel, yang selalu mendampingi manusia.
Rasulullah SAW bersabda dalam hadits sahih “setiap manusia memiliki jin yang mendampingi orang tersebut dan jin tersebut selamanya melekat pada setiap orang”. Saat Rasulullah SAW menyampaikan hal ini ada seorang sahabat yang bertanya “termasuk engkau ya Rasulullah?” kemudian Rasulullah SAW menjawab “ya termasuk diriku, tapi jin yang ada padaku telah ditundukkan”
Jadi qarin yang bersama Rasulullah SAW telah ditundukkan tapi tidak untuk selainnya. Hal ini dibenarkan dalam fakta yang di alami oleh Aisyah r.a;
Faktanya pada suatu ketika, Aisyah ra berkata bahwa “Rasulullah SAW meninggalkan rumah pada malam hari sehingga aku merasa cemburu”. Ketika Rasulullah SAW pulang, beliau melihat tanda-tanda kecemburuan pada diri Aisyah r.a. kemudian Beliau bersabda kepada Aisyah “ ya Aisyah, apakah kau merasakan cemburu kepadaku?” kemudian Aisyah menjawab “ya”. Kemudian Rasulullah bersabda “ya Aisyah apakah jin-nmu mendatangimu?” jadi Aisyah r.a berkata “ya Rasulullah, apakah ada jin padaku?”. Jadi Rasulullah SAW berkata “ada setan pada setiap manusia” jadi Aisyah bertanya “bahkan padamu ya Rasulallah ?” beliau bersabda “ya bahkan padaku, tapi telah ditundukkan”
Dan bahkan di sampaikan didalam Al-qur’an bahwa nanti qorin kita akan menyampaikan kepada Allah suatu kalimat yang menegaskan akan kesalahan yang telah kita perbuat di dunia. Sahabat bisa membuka di surat Qaf ayat 27 “(setan) yang menyertainya berkata (pula), “ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya, tetapi dia sendiri yang berada dalam kesesatan yang nyata”. hm.. merinding ya sahabat, sama saya juga huhu. Hal ini pasti kita alami.
Lalu apa tugas qorin? Tugas qorin adalah terus menerus menyerang orang yang didampingi, mencegah mereka dari kebaikan, mempengaruhi mereka berbuat dosa, membisikan pemikiran jahat, membujuk, mempengaruhi dan mereka mencoba mengendalikan hati dan pikiran dari orang tersebut. Hal ini akan menjadi perang batin dan pemikiran antara manusia dan jin qorin.  Perang ini bisa menjadi menang atau kalah tergantung kepada diri kita masing-masing. Salah satu cara melepaskan atau melonggarkan kendali jin qarin atas hati kita ialah dengan mengingat Allah SWT. Dalam hadits Rasulullah SAW bersabda “ bahwa jin yang mendampingi setiap orang duduk dihati manusia. Ketika orang itu mengingat Allah SWT, jin itupun mundur”. Jadi dengan mengingat Allah, jin pun mundur. Tapi ketika seseorang berhenti tidak mengingat Allah SWT, maka jin itupun kembali.
                Jin qarin mendampingi manusia hingga akhir hayat. Semoga dengan bertambahnya ilmu kita mengenai jin qorin, makin bertambah pula iman kita. Iman saya, iman sahabat-sahabat semuanya. Jadi kalau sekarang kita mau berbuat jahat atau dosa marahin aja jin qorin eh haha, gak gitu yaa tapi dengan mengingat Allah SWT.
                Baiklah sekali lagi terima kasih sahabat, sudah menyempatkan untuk membaca. wassalamualaikum


Rabu, 09 Agustus 2017

YANG TERAKHIR MASUK SURGA





            Assalamu’alaikum wr wb sahabat. Terima kasih karena bersedia untuk membaca tulisan saya hari ini. Semoga kita semua selalu di rahmati oleh Allah SWT (aamiin).
           Tulisan saya hari ini akan bercerita mengenai orang yang terkahir masuk surga. Tulisan ini di kutip dari ceramah yang disampaikan oleh Ustadz Ahmad Zainudin Lc.
            Sebelum menuju pokok pebahasan saya akan menyampaikan sebuah hadist yang inshaaAllah memberikan semangat untuk saya dan sahabat semuanya. Hadist Riwayat Bukhori yang berbunyi:
Akan keluar dari neraka satu kaum setelah mereka terjilat oleh apinya, lalu mereka masuk ke dalam jannah. Para penghuni jannah menamai mereka dengan al-jahanamiyyun (mantan penghuni jahannam). (HR. Bukhari dan Muslim)
            Semua orang akan dikeluarkan oleh Allah SWT dari neraka sesuai dengan amalnya masing-masing asal selain dosa syirik (wallahua’lam).
            Setelah sahabat membaca hadist tersebut, saya akan menulis ceramah yang disampaikan oleh Ustadz Ahmad Zainudin Lc yang berkaitan dengan judul diatas. Berikut ceramah yang beliau sampaikan:
“orang-orang nanti yang ada di neraka akan dikeluarkan oleh Allah Swt dari neraka sesuai dengan amalnya masing-masing,  walaupun hanya memiliki kebaikan sebiji sawi. Saya akan menyampaikan mengenai kisah orang yang masuk surga terakhir. Orang terakhir ini berada diantara neraka dan surga. Meskipun dia sudah dikeluarkan dari neraka, namun Allah masih tetap menghadapkan wajahnya ke neraka. Kemudian orang tersebut berdo’a “ ya Rabbi tolong palingkanlah wajahku dari api neraka, sungguh udara dan hawa panasnya neraka telah membakar wajahku”. Kemudian Allah SWT menjawab do’anya “wahai Fulan, kalau aku kabulkan permintaanmu, apakah kamu mau berjanji untuk tidak meminta apapun setelah ini?”.  Kemudian hamba tersebutpun berkata “ya Rabbi, aku tidak akan meminta apapun lagi, sungguh wahai Rabbku” hamba tersebut terus meminta dan berjanji tidak akan meminta lagi, apapun lagi. Kemudian Allah SWT mengabulkan apa yang hambanya mau, Dia palingkan wajahnya ke surga. Kemudian hamba tersebutpun bisa melihat surga, saat itu dia terperangah, terpesona, termenung dengan termenung yang lama sekali hingga tanpa sadar dia kembali berdo’a “ya Rabbi, tolong dekatkan aku ke pintu surga”. Kemudian Allah SWT menjawab “wahai Fulan, cepat sekali kau berkhianat? Bukankah kau sudah berjanji tidak meminta apapun lagi?”. Kemudian hamba tersebut berdo’a kembali “wahai Rabbku, jangan jadikan aku makhlukmu yang paling sengsara, kabulkan doaku”. Sahabat, saya garis bawahi doa hamba tersebut, doa yang ke-dua, yakni “wahai Rabbku, jangan jadikan aku makhlukmu yang paling sengsara, kabulkan doaku”. Sahabat, Allah itu suka dengan hambanya yang memakhlukkan dirinya, yang menghambakan dirinya di hadapan Allah SWT. Jadi sebelum kita berdo’a alangkah lebih baik, jikalau kita rendahkan diri kita serendah-rendahnya dihadapan Allah, itu adalah kunci dikabulkannya do’a oleh Allah SWT. Baiklah sahabat, apakah Allah akhirnya mengabulkan doa ke dua hamba tersebut? Tentu saja, tentu Allah SWT mengabulkan, Di bawalah hamba tersebut ke pintu surga sembari dia berkata saat berjalan “ya Rabbi, aku berjanji aku tidak akan meminta apapun lagi kepadaMu”. Ketika sampai di pintu surga, hamba tersebut semakin terperangah semakin takjub melihat keindahan taman-taman surga. Dan dia kembali meminta kepada Allah SWT “yaa Rabbi, tolong masukan aku kedalam surga”. Kemudian Allah SWT kembali berkata “wahai Fulan, cepatnya kau berkhianat kepadaku?”. Kemudian hamba tersebut kembali mengulang doanya yang kedua tadi, yakni “wahai Rabbku, jangan jadikan aku makhlukmu yang paling sengsara, kabulkan doaku”. Allah-pun tak kuasa untuk menolak permintaan hambanya tersebut dan Allah SWT masukan dia kedalam surganya yang indah dan saat itu Allah-pun tertawa melihat hambanya yang terus meminta kepadaNya. Setelah sampai di dalam surga, Allah berkata kepada hamba tersebut “ ya Fulan, berangan-anganlah semua nikmat yang engkau ingin dapatkan, makanan, minuman dan semuanya. Dan angan-angankanlah kebaikan kebaikan”. Kemudian hamba tersebut berangan-angan hingga menurutnya telah habis apa yang harus diangankan tersebut, tapi Allah membantunya untuk terus mengingat-ingat kebaikan-kebaikan yang lain. kemudian Allah SWT berkata “kamu akan mendapatkan semua yang kamu angankan dan bahkan kau dapatkan 2 kali lipatnya””
            mashaaAllah itulah ceramah singkat yang disampaikan oleh ustadz Ahmad Zainudin Lc mengenai orang terakhir yang masuk ke surga. Siapakah dia sahabat? Wallahua’lam hanya Allah yang tau. Satu kalimat yang saya ingat dari ustadz Ahmad di akhir ceramahnya ialah “jangan kita tukar surga kita dengan hal-hal yang Allah tidak suka”
            Demikian dari saya hari ini sahabat, semoga bermanfaat. Mari  kita doakan ustadz Ahmad Zinudin Lc, semoga beliau dan keluarga selalu dalam lindungan Allah SWT (aamiin)
            “Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allailahailla anta astaghfiruka wa’atubu ilaik”. Wassalamu’alaikum