Jumat, 10 Maret 2017

ILMU SEMINAR PRA-NIKAH PART 2



Related image


CINTA DALAM IKHLAS


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Apakabar sahabat? Semoga hari ini kita selalu ada dalam naungan dan perlindungan Allah SWT, aamiin. Udah selesai baca PART 1nya kan? Nah kali ini, saya akan menyampaikan beberapa poin penting yang disampaikan oleh pemateri ke-2  yakni Kang Abay.

Kang abay adalah motivasinger pertama di Indonesia yang memiliki project dakwah islam melalui lagu yang “berkisah”. Nama projectnya yakni project cinta positif. Hingga saat ini ada 6 part dalam lagu tersebut dengan rangkaian cerita yang bersambung. Cerita dalam setiap lagu mewakili pembahasan kita kali ini. Jadi, setelah kita membahas pengertian menikah dan masa penantian. Kali ini kita akan bercerita melalui lagu. Selamat menikmati yaa…

“Mungkin Tuhan ingin, kita sama-sama mencari, saling merindukan dalam doa-doa, mendekatkan jarak kita. Seseorang yang mencintaiMU mencintai Rasulmu. Seseorang yang menemaniku menuju surgaMU. Halaqah cinta, tempat hati bertemu dan bersatu”

itu adalah bait syair dari kang Abay yang berhasil membuat saya baper alias bawa perasaan haha. Kang abay membuka sesi ke dua dengan manis, membuat saya benar-benar masuk dalam setiap bait syair yang dinyanyikan. Pada lagu pertama ini, kang Abay ingin menyampaikan kepada para singlelillah, bahwasanya penantian adalah sebuah anugerah. Penantian ini bukan sekedar penantian biasa, namun Kang Abay juga menyampaikan bahwa penantian ialah untuk memfokuskan cinta kita hanya pada Allah, sehingga kita bisa menyikapi cinta dengan benar melaui rindu yang tersampaikan dalam doa. Ketika kita menyikapi cinta dengan benar, inshaaAllah yang menjadi pasangan kita juga adalah orang yang meletakkan cinta Allah diatas segalanya. Pada bait terahir terdapat kata halaqah, halaqah cinta. Kata halaqah berarti pertemuan. Pertemuan disini di artikan sebagai pertemuan yang tidak biasa, pertemuan dua insan karena Allah. itulah yang diharapkan dari ahir syair lagu ini.

Tak mau kalah dengan Kang Arif, kali ini Kang Abay juga memberikan tips dalam menjemput jodoh. Namun tips kali ini lebih mengarah kepada bagaimana menyikapi takdir mengenai jodoh, yakni 3M. Meng-ikhlaskan, Memantaskan, dan Memasrahkan. tips inipun juga ada kaitannya dengan lagu dalam project cinta positif. Yuk kita bahas sahabaaat..

Yang pertama, kita akan membahas mengenai meng-ikhlaskan. Kang Abay menyampaikan bahwa meng-ikhlaskan adalah 100% pekerjaan hati. Artinya, ketika kita mulai mencintai seseorang kita juga harus berani ikhlas ketika dia pergi. Meng-ikhlaskan bukan hanya untuk orang yang cintanya belum pasti alias cinta dalam diam tanpa dia tau, namun meng-ikhlaskan juga berlaku bagi orang yang akan melaksanakan akad nikah. Sebelum akad diucapkan dan kata “sah” terlontar dari para saksi, kita masih harus membangun prinsip cinta dalam ikhlas, kenapa? Karena bisa saja sedetik sebelum ijab, akad dibatalkan. Singkat cerita, kemarin, di Instagram ada pengumuman pembatalan pernikahan yang menjadi perbincangan banyak orang. Pengumuman itu tertulis bahwa mempelai pria membatalkan pernikahannya H-3 hari resepri melalui pesan singkat, maka resepsi yang di adakan kemarin pada tanggal 19 februari 2017 dirubah menjadi acara silaturahmi antar tamu undangan. Ya Allah, bagaimana jika kita ada di posisi akhwat itu sahabat? Atau mungkin sahabat ikhwan yang menjadi pihak yang membatalkan, pasti ini juga menjadi hal yang sulit bukan?. Begitulah skenario cinta sahabat, ini lebih dari sekedar putus cinta karena pacaran. Trauma? Bisa saja terjadi jika akhwat tersebut tidak menerapkan cinta dalam ikhlas. Percayalah, bahwa skenario Allah itu yang terbaik, semoga kita semua dan sahabat kita yang mengalami kejadian diatas dikaruniai kesabaran dan petunjuk dari Allah SWT.

“sulit tapi harus kuputuskan, jalanku jalanmu belum sempurna, biar masa depan yang sempurnakan. Suara-suara batinku melepaskanmu, lirih jiwaku membasuh pilu. Takdir yang Kau beri menguji hatiku, terasa menyesakkan kehilangan ini, tangis yang Kau beri membuka mataku bahwa cinta yang sebenar cinta hanya ada satu, karena ke hilangan ini kumampu mendekat kepadaMU”

Lirik Kang Abay diatas menjelaskan bahwa apapun yang terjadi ditengah perjalanan pencariannya. Sesakit apapun itu. Seorang hamba yang membangun cinta karena Allah pasti akan tau, bahwa rasa sakit yang dia rasakan adalah cara Allah mencintainya, cara Allah juga untuk mendekatkan hambaNYA kepadaNYA, hingga hambaNYA-pun sadar, bahwa cinta yang sebenar cinta ialah cinta kepada Allah SWT.  jadi buat para sahabat yang sekarang baru aja putus cinta atau galau mau putusin gak yaa... haha, saya kasi tau ni,  jika kita meninggalkan sesuatu karena Allah, percaya deh Allah akan gantikan dengan yang jaauh lebih baik.

Yang kedua yakni memantaskan. dalam poin ini Kang Abay menyampaikan bahwa memantaskan bukan karena JODOH. tapi karena ALLAH. jadi, kita cek dulu sahabat, selama ini perubahan kita, hijrah kita apakah dengan niat yang benar? dan yang paling penting, "hijrah itu apa?" luruskan niat dulu yuk, dekati yang punya hati, yakni Allah SWT.

“didalam hatiku tertulis harapan terindah yang  salalu ku-pinta lirih dalam doaku, kau mungkin rahasia, kunanti dalam ketaatan, kupantaskan diriku dihadapNya. Berharap penuh keikhlasan. Kau menjadi pangeran surgaku, kita merajut mimpi dalam pernikahan suci, kabulkanlah. Kuyakin namamu ada dalam masa depanku, menguji kesabaranku melangkah menunggu”

Bait lagu dari Kang Abay diatas bermakna bahwa memantaskan diri (mendekatkan diri kepada Allah) adalah jalan yang seharusnya kita tempuh dalam menjemputnya. Seperti yang dikatakan Kang Arif, menikah adalah jalan menuju surga, dan menemukan pangeran cintamu dalam ketaatan akan menjadi kisah cinta yang manis dan penuh rasa haru, saya yakin air matamu pasti gak bisa kamu bendung saat melihatnya (pangeranmu) benar-benar berdiri dihadapanmu, memandangnya seperti Allah dan surga serasa dekat. Menanti adalah ujian kesabaran, maka menantilah bersama Allah.

Yang ketiga yakni memasrahkan. Tugas kita hanya berikhtiar sebaik mungkin, setelah itu kita pasrahkan kepada Allah. Berdo’a itu adalah meminta dan memasrahkan. Jadi, setelah berdo’a, ikhtiar, kemudian pasrahkan kepada Allah. Apapun yang terjadi, pasti Allah akan membantu kita, ucap Kang Abay singkat.

“ kumerayu pada Allah yang tau isi hatiku dimalam hening kuselalu mengadu, tunjukkan padaku. kuaktifkan radarku mencari sosok yang kunanti, kuikhlaskan pengharapanku di hati , siapa dirimu?. dalam kesabaran kumelangkah menjemputmu, cinta dalam hati akan aku jaga hingga Allah persatukan kita. Jodoh dunia akhirat, namamu rahasia tapi kau ada di masa depanku, ku sebut dalam do’a ku ikhlaskan rinduku, kita bersama melangkah ke surga abadi”

Lirik lagu diatas, memiliki makna yang begitu dalam. Yakni, sebaiknya kita adukan semua hal yang kita rasakan hanya kepada Allah. Adukan segalanya di malam yang hening. Tumpahkan segala keinginan, termasuk keinginan mengenai jodoh. mengenai jodoh, mintalah agar Allah senantiasa menjaga hati kita dari hal yang tak diridhaiNya hingga pertemuan yang suci itu terjadi. jika ada nama yang ingin kau sebutkan di akhir sujudmu, dan nama itu ingin sahabat sebutkan dalam do'a padaNya, utarakanlah dengan kelembutan namun tidak memaksa. karena tugas kita hanyalah berdoa dan berikhtiar, untuk sisanya biarkan Allah yang mengambil keputusan.

Sahabat, menikah adalah marathon menuju surga. Jadi, kalau mau maratonnya lancar, niatkanlah menikah untuk ibadah, sehingga mendapat ridha Allah, dan selain itu, tanamkan pada hati bahwa syarat bahagia BUKAN menikah, namun bersyukur. Jodoh itu selain sebagai partner menuju surga, jodoh juga adalah orang yang kita yakini. Yakin bukan sekedar cinta, namun yakin diatas cinta. Maka jemputlah jodohmu dengan tips berikut; carilah orang karena akhlaknya, Tanya tujuan hidupnya, cek keluarganya, dan cek temannya. Yang perlu kita ketahui ialah, tidak semua ikhwan atau akhwat yang memiliki latar belakang keluarga yang buruk akan membentuk pribadi mereka menjadi buruk pula atau sebaliknya yang memiliki latar belakang keluarga yang baik belum tentu kepribadiannya baik, perhatikan faktor yang terahir yakni lingkungan. Lingkungan sangat berpengaruh dalam membentuk karakter seseorang. Maka jangan lupakan factor yang terkahir yaa..

Dari semua yang disampaikan oleh beliau, saya banyak menaruh perhatian pada cinta dalam ikhlas . Mengikhlaskan bukan sekedar melepas, mengikhlaskan berarti menyerahkan kepadaNYA segala keputusan dan menerimanya dengan penuh kesadaran. Sahabat, ikhlas memang sulit, namun jika kita tidak ikhlas maka akan sakit, betul tidak? Hahaha.

Pantaskan diri hingga bukan CINTA yang memilihmu, tapi Allah yang memilihkanmu untuk aku CINTAI.

sebelum menutup part 2 ini saya akan memberikan puisi untuk sahabat semua dan dia yang masih menjadi rahasiaNya (inshaaAllah kamu akan baca ini kalau kita ketemu)

untukmu calon imamku
ku tulis kisah ini di malam-malamku yang panjang
bagai goresan getar hati dalam rindu yang tertahan

untukmu seseorang yang akan menemaniku di masa depan
kamu? siapa kamu? siapa namamu? dimana kamu berada?
aku menantimu bersama semua pengabdianku yang tertunda
bersama segenap cinta yang tak akan sempurna
bila engkau tak kunjung hadir di hadapanku

untukmu calon imamku yang aku tak tahu dimana engkau berada
suatu saat bila engkau datang, tolong cintai aku karena Allah
bimbinglah aku, jadilah imam dalam sholatku
izinkan bakti dan taatku menyatu bersama senyum di wajah teduhmu
izinkan cinta dan rinduku terpatri kuat di dalam hati dan pikiranmu

untukmu calon imamku yang entah sedang apa
ketahuilah aku ini adalah orang asing untukmu
nanti terangkanlah apa-apa yang tidak ku mengerti darimu
terangkanlah apa-apa yang tidak engkau sukai
agar aku bisa mengenalmu secara utuh

untukmu calon imamku yang sedang memantaskan dirinya di hadapan Allah
ketahuilah bahwa akupun di sini selalu menantimu dalam taat
menanti untuk menjadi belahan jiwamu
menanti untuk menjadi penyejuk hatim
u
dan aku menanti untuk menjadi bidadari untukmu
sampai bertemu disuatu masa calon imamku

(dikutip dari : project cinta positif-untukmu calon imamku) 

 
Baiklah, sampai jumpa di PART 3, kita akan berbincang dengan ustadz yang menjadi spesialis cinta haha, yakni utadz Darlis Fajar, jika para sahabat disini menginginkan kontak WA ustads Darlis untuk bertanya mengenai pernikahan, nanti baca PART 3nya yaa… semoga postingan ini membantu dan semakin menguatkan para sahabat semua dan diri saya sendiri untuk terus melangkah diatas jalan yang di Ridhai Allah SWT. Sampai jumpa, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.




Jumat, 03 Maret 2017

ILMU SEMINAR PRA-NIKAH PART 1



                                                                        PRA-NIKAH 
PART 1


               Assalamu’alaikum sahabat, semoga hari ini lebih baik dari kemarin dan kita tidak termasuk dalam kalangan yang merugi, aamiin.
                Sahabat, kali ini saya mau berbagi ilmu dari seminar Pra-nikah yang diselanggarakan oleh Teladan Rasul di Universitas Negeri Malang tanggal 26 Februari kemarin. Baiklah kita mulai.
                Eit eit tunggu, kalian penasaran kenapa saya mengikuti seminar ini? Oke alasan saya hanya sebatas mencari ilmu dan ini adalah ikhtiar saya. Kalau ada yang curiga saya udah ada calon, emm.. sebenernya belum ada kok (kode wkwkwk), apalagi yang curiga saya ngebet nikah, em em em… jangan diterusin yaa, baiklah kita mulai
                Sahabat, diumur kita yang semakin bertambah, ketertarikan kepada lawan jenis-pun juga semakin bertambah dalam diri kita. Ber-istighfar adalah cara kita agar Allah selalu menjaga pandangan kita kepada yang bukan mahrom. Jika ketertarikan itu semakin besar dan tidak terbendung lagi, maka menikahlah, namun jika belum siap menikah, maka berpuasalah. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadist sahih yang berbunyi,
                “wahai para pemuda, barangsiapa diantara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; karena puasa dapat menjaga syahwat”
                jadi apakah diantara sahabat ada yang sudah siap menikah? Jika ada, Alhamdulillah, semoga segera dipertemukan dengan orang yang Allah Ridhai.. aamiin
                Pada sesi pertama seminar kemarin, materi pertama disampaikan oleh Kang Arif Rahman Lubis. Founder Teladan Rasul dan sekaligus penulis buku halaqah cinta dan The Real Muslimah. Penyampaian dari Kang Arif sangat jelas dan membuat saya terus ingin mendengarkan semua penjelasan yang diberikan oleh beliau. Dibagian pertama ini, Kang Arif menyampaikan hakikat yang sebenarnya mengenai pernikahan itu sendiri. Penting bagi kita untuk mengenal apa itu pernikahan sebelum kita bergerak lebih jauh, karena sebuah tujuan harus didasari oleh pengetahuan yang jelas agar kita mendapatkan gambaran lebih baik mengenai apa yang akan kita lakukan untuk mencapai tujuan tersebut.
                Kang Arif menyampaikan bahwa pernikahan adalah sebuah ibadah terbesar yang dikerjakan oleh manusia. Karena Rasulullah SAW sudah menyampaikan dalam sebuah hadits bahwasanya, ketika sepasang manusia telah menikah, maka mereka telah menyempurnakan separuh agamanya. Naah, maka dari itu, menikah adalah suatu ibadah yang bukan untuk main-main sahabat. Menikah adalah mengenai SIAPA yang akan menemani kita mencapai SURGA Allah. masyaAllah, indah ya sahabat.
                Selain itu, Kang Arif juga menyampaikan, bahwa menikah sebenarnya mengenai kedekatan kita kepada Allah. Mengapa begitu? Karena menikah adalah dampak dari apa yang kita lakukan atau proses yang kita lakukan sebelum menikah, yakni mencari jodoh. Jika kita mendekat kepada Allah, maka yang mendekat kepada kita atau yang menjadi jodoh kita nanti, insyaaAllah juga orang yang mendekat kepada Allah (aamiin). Karena sejatinya, dalam surat An-nur ayat 26, Allah bersabda, wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik pula (sebaliknya) dan wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik (sebaliknya). Jodoh adalah ketetapan yang pasti, Allah sudah mempersiapkannya untuk kita. Jika kita sedang mendekat kepada Allah, insyaaAllah jodoh kita juga sedang mendekat kepada Allah. Karena saling mendekat kepada Allah, maka Allah akan mendekatkan keduanya hingga bertemu dalam naungan dan Ridha Allah SWT.
                “jika kita ingin mendapat jodoh yang saleh, yang dicintai Allah dan RasulNYA. Maka PASTIKAN. Pastikan bahwa kita juga dicintai oleh Allah dan Rasulullah. Maka yang hadir kepada kita, nantinya adalah orang juga mencintai ALLAH dan RASULULLAH”
                Kalimat diatas adalah pesan dari Kang Arif kepada para single Lillah, dan pastinya juga menjadi pengingat bagi saya pribadi.
                Kang Arif juga menyampaikan metode menarik dalam proses penantian. Yakni metode ATM. ATM adalah singkatan dari Amalkan, Taubat, Manfaat.
 
                Yang pertama yakni Amalkan. Kalau ingin dicintai Allah, pastikan kita ada amalan (kebiasaan baik) yang membuat Allah cinta kepada kita. Misal, kita rajin menjalankan ibadah wajib dan dilengkapi dengan yang sunnah. Puasa sunnah, shalat sunnah, dan sunnah yang lainnya. Atau melakukan shalat tepat waktu.
Membahas mengenai amal, ada kisah nyata yang menarik dari kerabat Kang Arif sendiri, hanya saja saya lupa latar tempat cerita ini, yang saya ingat kejadiaannya di jawa tengah(semoga benar hha). Saat itu didalam kereta ada seorang pemuda dengan tiba-tiba bersin, kemudian dia mengatakan “alhamdulillah”, kemudian si pemuda tersebut mendengar ada seorang muslimah yang menjawab dengan “yarhamukallahu”, kemudian si pemuda tersebut membalas “yahdhikumullohu” sembari mencari siapa muslimah tadi. Ternyata yang menjawab doanya ialah muslimah dengan kerudung putih didekat jendela kereta. Kemudian si pemuda tadi berpikir jika perempuan ini adalah perempuan yang langka, perempuan salihah, Karena dia mengamalkan doa sehari-hari. Kemudian si pemuda memberikan secarik kertas dan pulpen kepada si perempuan tersebut, sembari berkata “assalamu’alaikum ukhti, tolong tulis nama Bapak dan alamat-mu disini”, jelas saja si perempuan tadi menolak. Karena perempuan salihah tidak akan semudah itu memberikan identitasnya. Maka semakin yakinlah si pemuda tadi, bahwa ini perempuan yang baik. “untuk apa?” jawab si perempuan. Kemudian pemuda tersebut menjawab “saya ingin bersilaturahmi dan belajar agama pada bapak-mu”. Karena alasan tersebut, maka perempuan tersebut memberikan alamatnya. Selang beberapa hari si pemuda datang ke rumah si perempuan tersebut kemudian di ketuklah pintu. Yang membuka pintu ternyata bapak dari si perempuan yang dia cari. “untuk apa anda datang kemari?” Tanya si bapak. Si pemudapun menyampaikan niatnya, “saya memiliki 3 niatan, pertama saya mau bersilaturahmi, kedua saya ingin belajar agama karena saya tau bahwa anak bapak salihah, ketiga saya ingin belajar dalam mendidik anak. Apakah boleh?”. “ ya silahkan” jawab si bapak. Kemudian pemuda tersebut melanjutkan “namun, saya ingin menyambung silaturahmi tersebut dengan melamar anak perempuan bapak, belajar agama dengan menjadi menantu bapak, dan mendidik anak sebagai bagian dari keluarga ini”. Kemudian si bapak menjawab lagi “anak perempuan saya yang mana mas? Karena anak saya 5 dan semuanya perempuan” hahaha. Kemudian si pemuda menjelaskan ciri-cirinya, ternyata perempuan yang dimaksud ada didalam dan dipanggil oleh si bapak. Alhamdulillah, pemuda tersebut tidak salah rumah haha. Ahirnya semua keputusan diserahkan kepada perempuan tersebut, menerima atau menolak. Ternyata, Alhamdulillah diterima. Dan langsung melaksanakan akad beberapa saat setelah mengkhitbah. masyaAllah, inilah janji Allah di surat An-nur ayat 26 sahabat, orang baik akan dipertemukan dengan yang baik. Perempuan tadi memiliki kebiasaan mengamalkan doa sehari-hari untuk mengiringi semua hal yang dia lakukan setiap hari, karena dia melakukannya karena Allah, maka Allah mencintainya, dan Allah ahirnya juga memberikan orang yang Allah cinta, pemuda saleh yang datang dengan berani ke rumahnya dan meminta pada ayahnya secara langsung. Karena ketika Allah mencintai hambanya Allah akan sampaikan kepada Jibril “Jibril aku jatuh cinta kepada hambaku, si Fulan”, kemudian Allah sampaikan perkara apa yang membuat Allah jatuh cinta pada Fulan. Kemudian jibrilpun mencintai hamba itu pula, tak berhenti disitu saja, namun jibril juga menyampaikan kepada seluruh penduduk langit bahwa Allah mencintai hambanya, yakni si Fulan, kemudian seluruh malaikat mencintai dan mendoakan si Fulan, tak berhenti cinta Allah hingga Allah tumbuhkan rasa cinta kepada orang-orang di bumi ini untuk kemudian mencintainya.
Yang ke 2 adalah Taubat. Kang Arif membuka penjelasan ini dengan surat Nuh (71:10-12), Allah berfirman
“istighfarlah dan bertaubatlah, karena Allah maha pengampun, maka kalian akan mendapatkan hujan yang lebat (rezeki melimpah) dan dengan istighfar Allah akan memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun serta sungai-sungai untukmu”
Dalam surat Nuh diatas Allah berjanji akan memberikan keturunan yang banyak kepada kita jika kita bertaubat. Keturunan hanya bisa didapatkan dengan menikah. Maka jelas Allah akan memberikan kita jodoh, serta akan menjamin kesejahteraannya setelah itu.
Ke 3 yakni Manfaat. Dalam hadits Rasulullah SAW bersabda
“sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain”
Pada tahap ke 3 ini, Kang Arif mengajak para single lillah untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia yang lain.
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits
“barang siapa yang melepaskan satu kesusaha seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat”
Sahabat, maka dari itu berbuat baik kepada sesama merupakan salah satu jalan agar Allah membukakan pintu untuk kita menggapai RidhaNya.
Itulah ATM, Amalkan, Taubat dan Manfaat. 
Dari pembahasan Kang Arif Rahman Lubis. Semua mengarah kepada Allah. niat menikah karena Allah dan apapun yang kita lakukan harus diniatkan karena Allah, bukan karena yang lain, apalagi karena dia yang belum tentu jadi jodoh kita, dan jangan hanya merubah penampilan aja ya sahabat, karena itu sama saja kita berpura-pura menjadi salihah, maka nanti yang akan datang kepada kita adalah orang yang juga berpura-pura saleh (astaghfirullah)
Sahabat, ingat, menikah adalah ibadah terbesar. Menikah bukan tentang siapa yang paling cepat, namun menikah ialah soal partner hidup yang akan menemani kita untuk menggapai surga Allah, jadi jangan main-main, persiapkan dengan baik ya sahabat…
Itu dulu untuk pembahasan pra-nikah PART 1, tunggu PART selanjutnya yaa….
Akan ada pembahasan dari  Kang Abay dan Ustadz Darlis Fajar.
Wassalamu’alaikum…