Senin, 27 November 2017

Indahnya Negeri Sakura dan Suka Duka didalamnya (SMB Daily)





Haaii.. Assalamualaykum, maaf ya Sahabat karena mungkin sudah banyak yang menunggu tulisan yang satu ini (mengenai SMBDily).  Maaf sekali lagi karena saya menulis disela-sela kesibukan menyusun skripsi (mohon do’anya) hehe.  Nah seperti yang sudah saya janjikan, bahwa kali ini saya akan berbagi mengenai isi dari seminar online SMB (Sahabat Muslimah Bondowoso) yang diselenggarakan hari sabtu kemarin tanggal 25 November 2017 dengan moderator Ukhti Cinthika Angandari (pengurus SMB) dan pemateri mbak Asya Fathya Nur Zakiah yang saat ini sedang melaksanakan pendidikan S2-nya di Jepang, huwaaa keren banget ya muslimah satu ini. Mau tau banyak soal beliau? Yuk disimak berlangsungnya acara seminar online kemarin “Indahnya Negeri Sakura dan Suka Duka didalamnya"
***
Assalamualaykum warohmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah, puji syukur sudah sepatutnya kita haturkan kepada sang khalik, Allah SWT, atas nikmat luarbiasa yang tidak henti-hentinya dianugerahkan kepada kita, nikmat iman dan islam. Shalawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada Rasul Muhammad Sallallahualaihiwasallam, serta kepada keluarga dan sahabat beliau serta kaum mislim yang sampai saat ini tetap teguh menjalankan syariat islam.
Perkenalkan nama saya cinthika selau moderator SMBDaily akan memandu jalannya seminar online mengenai “Indahnya Negeri Sakura dan Suka Duka didalamnya”. Saya persilahkan mbak Asya memperkenalkan diri, selaku pemateri pada malam ini.
Assalamualaykum Wr. Wb. Perkenalkan nama saya Asya Fathya Nur Zakiah. Sahabati disini semua bisa memanggil saya Asya. Asli Cianjur (Jawa Barat). Saat ini saya sedang melanjutkan studi di Tohoku Unversity, Japan dengan bidang Marine Biochemistry dan beasiswa LPDP, salam kenal semuanya.
Seelumnya terima kasih telah diberikan kesempatan untuk sharing sedikit pengalaman Asya hehe. Semoga ada kebaikan yang bisa diambil, dan yang jeleknya jangan yaa. Disini Asya juga masih belajar hehe, semoga kedepannya bisa sama-sama belajar.
Disini Asya ingin sedikit cerita perjalanan asya dalam merealisasikan mimpi untuk study abroad. Ketika SMA dulu, asya bercita-cita masuk sekolah tinggi supaya bisa langsung mendapatkan pekerjaan,. Qadarullah, ternyata rezekinya asya masuk ke Institut Pertanian Bogor (IPB), alhamdulillah, lingkungan IPB yang cukup memadai sehingga asya mendapatkan banyak inspirasi untuk menjadi pribadi yang aktif, dan bahkan berkeinginan untuk keluar negeri atau study abroad. Pertama kali ke jepang sewaktu tingkat tiga perkuliahan mengikuti konferensi. Sebar kesana-kemari proposal pendanaan bersama dua teman lainnya (satu tim) sambil membayangkan suatu saat kami akan berjalan-jalan di Jepang. Dan detik-detik terakhir alhamdulillah ada yang mendanai juga. Setelah melihat bumi Allah lainnya yang ternyata luas loh. Lebih indah juga, akan ada keinginan untuk kembali atau menjelajai belahan bumi lainnya. Oh ya.. kenapa jepang? Sejujurnya, asya biasa saja dengan anime, atau hal yang berbau jepang, tapi rezekinya ke Jepang terus hehe. Asya suka dengan negara ini karena mereka mandiri, disiplin, teratur, dan pekerja keras.
Dari pengalaman-pengalaman tersebut, asya berkeinginan untuk melanjutkan studi di Jepang. Mengambil hal-hal yang baik dari negeri ini dan berbagi kepada sahabat/adik/kakak supaya juga bisa melihat dan merasakan pengalaman yang luar biasa ini.
Perjalanan merealisasikan mimpi baru saja dimuai. Asya harus mendapatkan beasiswa keluarga asya bukan miliarder yang mampu menyekolahkan asya keluar negeri. Dan asya harus mendapatkan beasiswa ataupun lanjut studi asya mulai ketika tingkat pertama perkuliahan S1. Selain aktif menjadi mahasiswa, asya juga mengusahakan diri untuk aktif ikut organisasi, menjadi volunteer kegiatan sosial, mengikuti perlombaan, dan pertukaran pelajar, kegiatan tersebut semata-mata asya lakukan untuk mencari pengalaman, belajar, menambahkan koneksi juga refreshing dari penatnya belajar hehe. Dan secara tidak langsung kegiatan tersebut mewanai CV kita ketika apply beasiswa ataupun universitas.
Alhamdulillah setelah apply beberapa kali beasiswa, rezeki asya ada di LPDP, jepang yang terkenal sangat disiplin menjadi tantangan tersendiri untuk asya yang sering kali deadliners. Banyak sekali hal-hal yang asya dapat selama study abroad disini. Suka dan dukanya juga banyak hehe. Sukanya, asya berkesempatan mendapatkan pengalaman baru dalam kegiatan pembelajaran yang berbeda dengan indonesia; bisa banyak belajar hal-hal baik dari teman-teman disini. Dukanya merantau seringkali rindu kampung halaman hehe.
Tapi terlepas dari itu semua, “sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama manusia” alhamdulillah, dari inspirasi yang asya dapat dari rekan/kakak/adik kelas di sekitar asya. Asya juga ingin sekali berbagi hal baik yang asya dapatkan, entah itu dengan bercerita, mengajak mengikuti suatu hal ataupun sedikit membantu rekan/kakak/adik dalam merealisasikan target-targetnya.
Kunci sukses menurut saya berawal dari niat. Jangan sampai niatnya karena sesuatu yang fana hehe. Usahakan niatnya karena Allah yak. Selanjutnya, keluar dari zona nyaman dan menjadi bermanfaat bagi orang banyak. Dan usahakan serta kondisikan lingkungan sekitar kita orang-orang baik dan mendukung kita untuk melakukan hal-hal baik.
SESI TANYA JAWAB :
Bagaimana kehidupan di jepang selain mengedepankan kedisiplinan? Dan lagi ada pendapat yang sekerang sedang booming yang bilang kalau jepang, tanpa agama. “orang-orang juga bisa hidup dengan baik, rukun, dll?”
Kehidupan di jepang juga mengedepankan keteraturan, contohnya : dalam skala rumah tangga sudah mulai dilakukan pemilihan pembuangan sampah. Misal dibagi menjadi beberapa jenis, plastik, botol, kertas, selain itu, jadwal bis dan kereta juga sesuai dan tepat waktu. Mereka juga pekerja keras. Di lab saya, (tidak ada peraturan tertulis), masuk jam 10.00 dan pulang jam 19.00 atau bahkan lebih. Dan hari sabtu pun masih ke kampus. Terkait yang lagi hot saat ini, menurut saya, sebaiknya untuk melihat sesuatu hal jangan satu sisi saja. Coba lihat dari sisi lainnya. Dan jangan hanya traveliing satu/dua minggu saja.  Coba berinteraksi lebih jauh dengan orang-orang disini, atau coba tinggal disini satu/dua tahun lebih. Dari sana kita bisa meligat baik dan buruknya serta bisa membandingannya dengan bijak. Orang jepang memang jujur dan disiplin. Hal-hal baik ini telah menjadi suatu kebiasaan dan mereka diajarkan sejak dini. Kita pun bisa seperti itu. Orang- orang jepang sendiri punya agama, ada shinto, budha, kristen, dan juga atheis. Tapi menurut saya pribadi, tanpa agama akan terasa sulit.
Dijepang, tekanan dalam pekerjaan, studi cukup besar. Sehingga ketika orang stress mereka bingung mencari pelariannya, hilang arah. Bahkan, tak jarang mereka melakukan bunuh diri.
Lalu, saya pernah mendapatkan cerita dari kakak kelas yang lebih lama tinggal di jepang, ada orang jepang yang ketika ia mencapai sesuatu yang dia inginkan dan sangat bahagia, dia merasa tidak enak karena dia tidak tau ingin berterima kasih pada siapa. Karena dia tidak memiliki Tuhan. Dan ternyata ketika senang, beberapa dari mereka ternyata bingung mengungkapkan ke siapa.
Kata mbak asya tadi kunci pertama adalah niat. Nah lalu bagaimana mbak, cara kita sebagai pelajar khususnya siswa SMA yang kadang niatnya banyak yang salah. Karena jujur banyak anak SMA niat ke sekolah karena agar setelah lulus SMA bisa masuk ke perguruan tinggi negeri yang favorit. Tentu itu adalah niat yang salah, karena niat awal menuntut ilmu juga sebagai ibadah. Lantas bagaimana cara kita agar diri sendiri percaya bahwa nia menuntut ilmu itu sebagai ibadah? Sedangakan kita kebanyakan para siswa sudah di setting pemikiran dari seminar-seminar motivasi dan dari guru jika nilai kita bagus akan mudah diterima di PTN terbaik, padahal jika di telaah lagi, niat yang benar adalah Lillah menuntut ilmu Lillah menuntut ilmua bukan karena nilai tinggi dan diterima di PTN terbaik.
Waalaykumsalam. Wah pertanyaannya ya hhe disini saya juga masih belajar terkait niat karena Allah. Motivasi mendapatkan nilai yang bagus supaya diterima di PTN terbaik itu tidak salah sebenarnya. Tapi saya belajar dari pengalaman ketika meniatkan diri pada suatu hal yang fana itu terasa sekali sakitnya ketika harapan yang kuat buat ternyata bukan rezekinya kita. Akhirnya, kita akan percaya dan menyerahkan sepenuhnya pada pilihan terbaikNya. Selain itu, dengan niat ibadah. Bonusnya in syaa Allah mendapatkan pahala.
Meyakinkan diri supaya menuntut ilmu itu adalah ibadah sebenarnya bisa dimulai dengan hal-hal kecil. Misalkan untuk mendapatkan nilai yang bagus, pasti kita berusaha dengan sungguh-sungguh, tidak dengan cara yang tidak di ridhai-Nya (red:mencontek). Toh untuk apa? Khawatirnya nanti yang kita dapatkan malah jadi tidak halal.
Dan berdasarkan pengalaman saya yang ingin masuk Sekolah Tinggi karena nantinya supaya mudah mendapatkan pekerjaan ternyata salah. Bahkan, Allah punya rencana yang lebih baik lagi untuk saya. Jadi Lillah saja karena Allah.
Motivasi terbesar mbak asya apa ya? Mungkin pernah ngerasa lelah/hampir menyerah gitu kan pasti pernah ya? Lalu bagaimana cara ngatasi kalau kita lagi gak istiqamah/males?
Lelah atau menyerah pernah, bahkan sering. Motivasi terbesar saya, saya ingin membuat orang tua dan keluarga saya bahagia dan bangga. Saya, tipe orang yang “no wacana”, karena orang-orang yang wacana sudah terlalu mainstream hehe cara mengatasinya ketika sedang tidak istiqamah/malas: melakukan me-time supaya refresh lagi semangatnya. Ngobrol/konsultasi dengan teman-teman satu visi supaya bisa re-charge lagi semangatnya. Melihat video-video motivasi dan juga bersyukur atas apa yang kita punya, jangan sampai menyianyiakan kesempatan yang ada karena malas.
Untuk mendapatkan beasiswa itukan kita harus jadi mahasiswa yang berprestasi, nah bagaimana dengan mahasiswa yang kemampuannya terbatas dalam arti IQnya sedang atau rendah? Terkadang juga minder sama orang yang lebih pinter dari pada kita. Dan bagaimana caranya agar kita percaya diri dalam menggapai sesuatu, apalagi ketika kita ingin berubah entah jadi hafidzah, ada saja yang mencemooh
Untuk mendapatkan beasiswa sebenaranya tidak perlu menjadi mahasiswa berprestasi. Ada banyak sekali beasiswa yang tidak mensyaratkan hal seperti iti. IQ saya pun sedang hhe bahkan IPK saya pun baisa saja tapi alhamdulilllah cukup untuk apply beasiswa.
Percaya diri dalam menggapai sesuatu menurut saya biasa dilakukan dengan cara :
1.      Jangan berpangku dengan penilaian orang lain. Saya punya teman (dalam kasus ini masih tentang beasiswa ya). Dia IPKnya rendah. Dan bahkan banyak orang yang mencemooh dia, ketika dia ingin lanjut studi S2. Qadarullah, akhirnya dia membuktikan cemoohan mereka salah, dia bisa merealisasikan apa yang dia targetkan. Dan begitupun menjadi hafidzah. Karena kita tidak bisa menyenangkan setiap orang
2.      Jika hal tersebut menurut kamu baik untuk kamu dan juga orang lain, jangan minder! Kamu harus percaya diri. Kenapa harus tidak percaya diri jika memang itu sesuatu hal yang baik?
3.      Share atau konsultasi dengan orang-orang yang bisa membuat kamu percaya akan kemampuan diri sendiri. Mengkondisikan lingkunagn sekitas menurut saya sangat penting
Kalau boleh tau apa sih rutinitas mbak asya untuk bisa menjaga keistiqamahan sebagai muslimah ? karena sepertinya mbak asya adalah muslimah yang aktif
Rutinitas saya masih jauh dari sempurna dari sahabati disini. Pun sebenarnya kegiatan yang saya lakukan pun masih jauh dari kata istiqamah. Tapi saya selalu coba mengusahakan shalat tepat waktu. Karena ketika kita perbaiki jadwal shalat, in syaa Allah.. Allah akan mengatur jadwal hidup kita; shalat dhuha sembari memperbanyak rakaatnya; meminta ridha orang tua terkait kegiatan-kegiatan yang saya jalani; berkumpul dengan teman-teman yang bisa me-recharge rohani saya; melakukan amalan-amalan sunnah; serta saya selalu reminder diri ketika ketidakistiqamahan melanda.
Alhamdulillah terima kasih mbak asya sudah menjawab semua pertanyaan sahabati dengan sangat baik. Sebelum diskusi ini ditutup, mungkin ada kesan pesan untuk kami mbak?
Kesannya saya salut dengan sahabati yang mau belajar menjadi lebih baik lagi, salah satunya berkumul dalam grup ini. Saya yakin sahabati disini keren-keren, diatas rata-rata dari yang lainnya karena sudah memiliki niat yang baik bahkan lebih baik dari sekitarnya.
Pesannya yang semangat selalu merealisasikan target-target kedepannya. Oh ya.. jangan ragu untuk bermimpi setinggi-tingginya yaa, jika jatuh.. jatunya diantara awan-awan hhe, jangan takut untuk pergi merantau, melihat bumi Allah lainnya yang luas. Dan... jangan lupa pulang ke kampung halaman. Karena kalau bukan kita, siapa lagi yang akan memajukannya hehe (reminder untuk diri juga). Semoga ada hal baik yang bisa diambil, yang tidak baiknya dibuang yaa
Alhamdulillah, kita telah berada di akhir acara.. saya selaku moderator, mohon maaf atas kesalahan yang saya lakukan.. mari kita tutup acara ini dengan Do’a Kafaratul Majelis
***
Barakallah, udah baca yaa berlangsungnya seminar online kemarin. Keren kan? Yaa doong hehe. Support terus SMB ya di Instagram  @sahabatmuslimahBws, doain kita terus semoga bisa berbagi ilmu, pengalaman, dan pokonya menebar manfaat untuk sahabati semua. Jazakillah khair, wassalamualaykum wr.wb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar