Haaii..
Assalamualaykum, maaf ya Sahabat karena mungkin sudah banyak yang menunggu
tulisan yang satu ini (mengenai SMBDily).
Maaf sekali lagi karena saya menulis disela-sela kesibukan menyusun
skripsi (mohon do’anya) hehe. Nah seperti
yang sudah saya janjikan, bahwa kali ini saya akan berbagi mengenai isi dari
seminar online SMB (Sahabat Muslimah Bondowoso) yang diselenggarakan hari sabtu
kemarin tanggal 25 November 2017 dengan moderator Ukhti Cinthika Angandari
(pengurus SMB) dan pemateri mbak Asya Fathya Nur Zakiah yang saat ini sedang
melaksanakan pendidikan S2-nya di Jepang, huwaaa keren banget ya muslimah satu
ini. Mau tau banyak soal beliau? Yuk disimak berlangsungnya acara seminar
online kemarin “Indahnya Negeri Sakura
dan Suka Duka didalamnya"
***
Assalamualaykum warohmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah, puji syukur sudah
sepatutnya kita haturkan kepada sang khalik, Allah SWT, atas nikmat luarbiasa
yang tidak henti-hentinya dianugerahkan kepada kita, nikmat iman dan islam.
Shalawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada Rasul Muhammad
Sallallahualaihiwasallam, serta kepada keluarga dan sahabat beliau serta kaum
mislim yang sampai saat ini tetap teguh menjalankan syariat islam.
Perkenalkan nama saya cinthika
selau moderator SMBDaily akan memandu jalannya seminar online mengenai “Indahnya Negeri Sakura dan Suka Duka
didalamnya”. Saya persilahkan mbak Asya memperkenalkan diri, selaku
pemateri pada malam ini.
Assalamualaykum Wr. Wb. Perkenalkan nama saya Asya Fathya Nur Zakiah.
Sahabati disini semua bisa memanggil saya Asya. Asli Cianjur (Jawa Barat). Saat
ini saya sedang melanjutkan studi di Tohoku Unversity, Japan dengan bidang
Marine Biochemistry dan beasiswa LPDP, salam kenal semuanya.
Seelumnya terima kasih telah diberikan kesempatan untuk sharing sedikit
pengalaman Asya hehe. Semoga ada kebaikan yang bisa diambil, dan yang jeleknya
jangan yaa. Disini Asya juga masih belajar hehe, semoga kedepannya bisa
sama-sama belajar.
Disini Asya ingin sedikit cerita perjalanan asya dalam merealisasikan mimpi
untuk study abroad. Ketika SMA dulu, asya bercita-cita masuk sekolah tinggi
supaya bisa langsung mendapatkan pekerjaan,. Qadarullah, ternyata rezekinya
asya masuk ke Institut Pertanian Bogor (IPB), alhamdulillah, lingkungan IPB
yang cukup memadai sehingga asya mendapatkan banyak inspirasi untuk menjadi
pribadi yang aktif, dan bahkan berkeinginan untuk keluar negeri atau study
abroad. Pertama kali ke jepang sewaktu tingkat tiga perkuliahan mengikuti
konferensi. Sebar kesana-kemari proposal pendanaan bersama dua teman lainnya
(satu tim) sambil membayangkan suatu saat kami akan berjalan-jalan di Jepang.
Dan detik-detik terakhir alhamdulillah ada yang mendanai juga. Setelah melihat
bumi Allah lainnya yang ternyata luas loh. Lebih indah juga, akan ada keinginan
untuk kembali atau menjelajai belahan bumi lainnya. Oh ya.. kenapa jepang?
Sejujurnya, asya biasa saja dengan anime, atau hal yang berbau jepang, tapi
rezekinya ke Jepang terus hehe. Asya suka dengan negara ini karena mereka
mandiri, disiplin, teratur, dan pekerja keras.
Dari pengalaman-pengalaman tersebut, asya berkeinginan untuk melanjutkan
studi di Jepang. Mengambil hal-hal yang baik dari negeri ini dan berbagi kepada
sahabat/adik/kakak supaya juga bisa melihat dan merasakan pengalaman yang luar
biasa ini.
Perjalanan merealisasikan mimpi baru saja dimuai. Asya harus mendapatkan
beasiswa keluarga asya bukan miliarder yang mampu menyekolahkan asya keluar
negeri. Dan asya harus mendapatkan beasiswa ataupun lanjut studi asya mulai
ketika tingkat pertama perkuliahan S1. Selain aktif menjadi mahasiswa, asya
juga mengusahakan diri untuk aktif ikut organisasi, menjadi volunteer kegiatan
sosial, mengikuti perlombaan, dan pertukaran pelajar, kegiatan tersebut
semata-mata asya lakukan untuk mencari pengalaman, belajar, menambahkan koneksi
juga refreshing dari penatnya belajar hehe. Dan secara tidak langsung kegiatan
tersebut mewanai CV kita ketika apply beasiswa ataupun universitas.
Alhamdulillah setelah apply beberapa kali beasiswa, rezeki asya ada di
LPDP, jepang yang terkenal sangat disiplin menjadi tantangan tersendiri untuk
asya yang sering kali deadliners. Banyak sekali hal-hal yang asya dapat selama
study abroad disini. Suka dan dukanya juga banyak hehe. Sukanya, asya
berkesempatan mendapatkan pengalaman baru dalam kegiatan pembelajaran yang
berbeda dengan indonesia; bisa banyak belajar hal-hal baik dari teman-teman
disini. Dukanya merantau seringkali rindu kampung halaman hehe.
Tapi terlepas dari itu semua, “sebaik-baik
manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama manusia” alhamdulillah,
dari inspirasi yang asya dapat dari rekan/kakak/adik kelas di sekitar asya.
Asya juga ingin sekali berbagi hal baik yang asya dapatkan, entah itu dengan
bercerita, mengajak mengikuti suatu hal ataupun sedikit membantu
rekan/kakak/adik dalam merealisasikan target-targetnya.
Kunci sukses menurut saya berawal
dari niat. Jangan sampai
niatnya karena sesuatu yang fana hehe. Usahakan niatnya karena Allah yak.
Selanjutnya, keluar dari zona nyaman dan menjadi bermanfaat bagi orang banyak.
Dan usahakan serta kondisikan lingkungan sekitar kita orang-orang baik dan
mendukung kita untuk melakukan hal-hal baik.
SESI TANYA JAWAB :
Bagaimana kehidupan di jepang selain mengedepankan kedisiplinan? Dan lagi
ada pendapat yang sekerang sedang booming yang bilang kalau jepang, tanpa
agama. “orang-orang juga bisa hidup dengan baik, rukun, dll?”
Kehidupan di jepang juga mengedepankan keteraturan, contohnya : dalam skala
rumah tangga sudah mulai dilakukan pemilihan pembuangan sampah. Misal dibagi
menjadi beberapa jenis, plastik, botol, kertas, selain itu, jadwal bis dan
kereta juga sesuai dan tepat waktu. Mereka juga pekerja keras. Di lab saya,
(tidak ada peraturan tertulis), masuk jam 10.00 dan pulang jam 19.00 atau
bahkan lebih. Dan hari sabtu pun masih ke kampus. Terkait yang lagi hot saat
ini, menurut saya, sebaiknya untuk melihat sesuatu hal jangan satu sisi saja.
Coba lihat dari sisi lainnya. Dan jangan hanya traveliing satu/dua minggu
saja. Coba berinteraksi lebih jauh dengan
orang-orang disini, atau coba tinggal disini satu/dua tahun lebih. Dari sana
kita bisa meligat baik dan buruknya serta bisa membandingannya dengan bijak.
Orang jepang memang jujur dan disiplin. Hal-hal baik ini telah menjadi suatu
kebiasaan dan mereka diajarkan sejak dini. Kita pun bisa seperti itu. Orang-
orang jepang sendiri punya agama, ada shinto, budha, kristen, dan juga atheis. Tapi menurut saya pribadi, tanpa agama akan
terasa sulit.
Dijepang, tekanan dalam pekerjaan, studi cukup besar. Sehingga ketika orang
stress mereka bingung mencari pelariannya, hilang arah. Bahkan, tak jarang
mereka melakukan bunuh diri.
Lalu, saya pernah mendapatkan cerita dari kakak kelas yang lebih lama
tinggal di jepang, ada orang jepang yang ketika ia mencapai sesuatu yang dia
inginkan dan sangat bahagia, dia merasa tidak enak karena dia tidak tau ingin
berterima kasih pada siapa. Karena dia tidak memiliki Tuhan. Dan ternyata
ketika senang, beberapa dari mereka ternyata bingung mengungkapkan ke siapa.
Kata mbak asya tadi kunci pertama adalah niat. Nah lalu bagaimana mbak,
cara kita sebagai pelajar khususnya siswa SMA yang kadang niatnya banyak yang
salah. Karena jujur banyak anak SMA niat ke sekolah karena agar setelah lulus
SMA bisa masuk ke perguruan tinggi negeri yang favorit. Tentu itu adalah niat
yang salah, karena niat awal menuntut ilmu juga sebagai ibadah. Lantas bagaimana
cara kita agar diri sendiri percaya bahwa nia menuntut ilmu itu sebagai ibadah?
Sedangakan kita kebanyakan para siswa sudah di setting pemikiran dari
seminar-seminar motivasi dan dari guru jika nilai kita bagus akan mudah
diterima di PTN terbaik, padahal jika di telaah lagi, niat yang benar adalah
Lillah menuntut ilmu Lillah menuntut ilmua bukan karena nilai tinggi dan
diterima di PTN terbaik.
Waalaykumsalam. Wah pertanyaannya ya hhe disini saya juga masih belajar
terkait niat karena Allah. Motivasi mendapatkan nilai yang bagus supaya
diterima di PTN terbaik itu tidak salah sebenarnya. Tapi saya belajar dari
pengalaman ketika meniatkan diri pada suatu hal yang fana itu terasa sekali
sakitnya ketika harapan yang kuat buat ternyata bukan rezekinya kita. Akhirnya,
kita akan percaya dan menyerahkan sepenuhnya pada pilihan terbaikNya. Selain itu,
dengan niat ibadah. Bonusnya in syaa Allah mendapatkan pahala.
Meyakinkan diri supaya menuntut ilmu itu adalah ibadah sebenarnya bisa
dimulai dengan hal-hal kecil. Misalkan untuk mendapatkan nilai yang bagus,
pasti kita berusaha dengan sungguh-sungguh, tidak dengan cara yang tidak di
ridhai-Nya (red:mencontek). Toh untuk apa? Khawatirnya nanti yang kita dapatkan
malah jadi tidak halal.
Dan berdasarkan pengalaman saya yang ingin masuk Sekolah Tinggi karena
nantinya supaya mudah mendapatkan pekerjaan ternyata salah. Bahkan, Allah punya
rencana yang lebih baik lagi untuk saya. Jadi Lillah saja karena Allah.
Motivasi terbesar mbak asya apa ya? Mungkin pernah ngerasa lelah/hampir
menyerah gitu kan pasti pernah ya? Lalu bagaimana cara ngatasi kalau kita lagi
gak istiqamah/males?
Lelah atau menyerah pernah, bahkan sering. Motivasi terbesar saya, saya
ingin membuat orang tua dan keluarga saya bahagia dan bangga. Saya, tipe orang
yang “no wacana”, karena orang-orang
yang wacana sudah terlalu mainstream hehe cara mengatasinya ketika sedang tidak
istiqamah/malas: melakukan me-time supaya refresh lagi semangatnya. Ngobrol/konsultasi
dengan teman-teman satu visi supaya bisa re-charge lagi semangatnya. Melihat video-video
motivasi dan juga bersyukur atas apa yang kita punya, jangan sampai
menyianyiakan kesempatan yang ada karena malas.
Untuk mendapatkan beasiswa itukan kita harus jadi mahasiswa yang
berprestasi, nah bagaimana dengan mahasiswa yang kemampuannya terbatas dalam
arti IQnya sedang atau rendah? Terkadang juga minder sama orang yang lebih
pinter dari pada kita. Dan bagaimana caranya agar kita percaya diri dalam
menggapai sesuatu, apalagi ketika kita ingin berubah entah jadi hafidzah, ada
saja yang mencemooh
Untuk mendapatkan beasiswa sebenaranya tidak perlu menjadi mahasiswa
berprestasi. Ada banyak sekali beasiswa yang tidak mensyaratkan hal seperti
iti. IQ saya pun sedang hhe bahkan IPK saya pun baisa saja tapi alhamdulilllah cukup
untuk apply beasiswa.
Percaya diri dalam menggapai sesuatu menurut saya biasa dilakukan dengan
cara :
1.
Jangan berpangku
dengan penilaian orang lain. Saya punya teman (dalam kasus ini masih tentang
beasiswa ya). Dia IPKnya rendah. Dan bahkan banyak orang yang mencemooh dia,
ketika dia ingin lanjut studi S2. Qadarullah, akhirnya dia membuktikan cemoohan
mereka salah, dia bisa merealisasikan apa yang dia targetkan. Dan begitupun
menjadi hafidzah. Karena kita tidak bisa menyenangkan setiap orang
2.
Jika hal
tersebut menurut kamu baik untuk kamu dan juga orang lain, jangan minder! Kamu
harus percaya diri. Kenapa harus tidak percaya diri jika memang itu sesuatu hal
yang baik?
3.
Share atau
konsultasi dengan orang-orang yang bisa membuat kamu percaya akan kemampuan
diri sendiri. Mengkondisikan lingkunagn sekitas menurut saya sangat penting
Kalau boleh tau apa sih rutinitas mbak asya untuk bisa menjaga
keistiqamahan sebagai muslimah ? karena sepertinya mbak asya adalah muslimah
yang aktif
Rutinitas saya masih jauh dari sempurna dari sahabati disini. Pun sebenarnya
kegiatan yang saya lakukan pun masih jauh dari kata istiqamah. Tapi saya selalu coba mengusahakan shalat
tepat waktu. Karena ketika kita perbaiki jadwal shalat, in syaa Allah.. Allah
akan mengatur jadwal hidup kita; shalat dhuha sembari memperbanyak rakaatnya;
meminta ridha orang tua terkait kegiatan-kegiatan yang saya jalani; berkumpul
dengan teman-teman yang bisa me-recharge rohani saya; melakukan amalan-amalan
sunnah; serta saya selalu reminder diri ketika ketidakistiqamahan melanda.
Alhamdulillah terima kasih mbak
asya sudah menjawab semua pertanyaan sahabati dengan sangat baik. Sebelum diskusi
ini ditutup, mungkin ada kesan pesan untuk kami mbak?
Kesannya saya salut dengan sahabati yang mau belajar menjadi lebih baik
lagi, salah satunya berkumul dalam grup ini. Saya yakin sahabati disini
keren-keren, diatas rata-rata dari yang lainnya karena sudah memiliki niat yang
baik bahkan lebih baik dari sekitarnya.
Pesannya yang semangat selalu merealisasikan target-target kedepannya. Oh ya..
jangan ragu untuk bermimpi setinggi-tingginya yaa, jika jatuh.. jatunya
diantara awan-awan hhe, jangan takut untuk pergi merantau, melihat bumi Allah
lainnya yang luas. Dan... jangan lupa pulang ke kampung halaman. Karena kalau
bukan kita, siapa lagi yang akan memajukannya hehe (reminder untuk diri juga). Semoga
ada hal baik yang bisa diambil, yang tidak baiknya dibuang yaa
Alhamdulillah, kita telah berada
di akhir acara.. saya selaku moderator, mohon maaf atas kesalahan yang saya
lakukan.. mari kita tutup acara ini dengan Do’a Kafaratul Majelis
***
Barakallah, udah baca yaa
berlangsungnya seminar online kemarin. Keren kan? Yaa doong hehe. Support terus
SMB ya di Instagram @sahabatmuslimahBws,
doain kita terus semoga bisa berbagi ilmu, pengalaman, dan pokonya menebar
manfaat untuk sahabati semua. Jazakillah khair, wassalamualaykum wr.wb

Tidak ada komentar:
Posting Komentar