PRA-NIKAH
PART 1
Assalamu’alaikum
sahabat, semoga hari ini lebih baik dari kemarin dan kita tidak termasuk dalam
kalangan yang merugi, aamiin.
Sahabat,
kali ini saya mau berbagi ilmu dari seminar Pra-nikah
yang diselanggarakan oleh Teladan Rasul di Universitas Negeri Malang
tanggal 26 Februari kemarin. Baiklah kita mulai.
Eit
eit tunggu, kalian penasaran kenapa saya mengikuti seminar ini? Oke alasan saya
hanya sebatas mencari ilmu dan ini adalah ikhtiar saya. Kalau ada yang curiga
saya udah ada calon, emm.. sebenernya belum ada kok (kode wkwkwk), apalagi yang
curiga saya ngebet nikah, em em em… jangan diterusin yaa, baiklah kita mulai
Sahabat,
diumur kita yang semakin bertambah, ketertarikan kepada lawan jenis-pun juga semakin
bertambah dalam diri kita. Ber-istighfar adalah cara kita agar Allah selalu
menjaga pandangan kita kepada yang bukan mahrom. Jika ketertarikan itu semakin
besar dan tidak terbendung lagi, maka menikahlah, namun jika belum siap menikah,
maka berpuasalah. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadist sahih yang
berbunyi,
“wahai
para pemuda, barangsiapa diantara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah.
Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan.
Barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; karena puasa dapat menjaga
syahwat”
jadi apakah
diantara sahabat ada yang sudah siap menikah? Jika ada, Alhamdulillah, semoga
segera dipertemukan dengan orang yang Allah Ridhai.. aamiin
Pada
sesi pertama seminar kemarin, materi pertama disampaikan oleh Kang Arif Rahman
Lubis. Founder Teladan Rasul dan sekaligus penulis buku halaqah cinta dan The
Real Muslimah. Penyampaian dari Kang Arif sangat jelas dan membuat saya terus
ingin mendengarkan semua penjelasan yang diberikan oleh beliau. Dibagian
pertama ini, Kang Arif menyampaikan hakikat yang sebenarnya mengenai pernikahan
itu sendiri. Penting bagi kita untuk mengenal apa itu pernikahan sebelum kita
bergerak lebih jauh, karena sebuah tujuan harus didasari oleh pengetahuan yang
jelas agar kita mendapatkan gambaran lebih baik mengenai apa yang akan kita
lakukan untuk mencapai tujuan tersebut.
Kang
Arif menyampaikan bahwa pernikahan adalah sebuah ibadah terbesar yang
dikerjakan oleh manusia. Karena Rasulullah SAW sudah menyampaikan dalam sebuah
hadits bahwasanya, ketika sepasang manusia telah menikah, maka mereka telah
menyempurnakan separuh agamanya. Naah, maka dari itu, menikah adalah suatu
ibadah yang bukan untuk main-main sahabat. Menikah
adalah mengenai SIAPA yang akan menemani kita mencapai SURGA Allah.
masyaAllah, indah ya sahabat.
Selain
itu, Kang Arif juga menyampaikan, bahwa menikah sebenarnya mengenai kedekatan
kita kepada Allah. Mengapa begitu? Karena menikah adalah dampak dari apa yang
kita lakukan atau proses yang kita lakukan sebelum menikah, yakni mencari jodoh.
Jika kita mendekat kepada Allah, maka yang mendekat kepada kita atau yang
menjadi jodoh kita nanti, insyaaAllah juga orang yang mendekat kepada Allah
(aamiin). Karena sejatinya, dalam surat An-nur ayat 26, Allah bersabda,
wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik pula (sebaliknya)
dan wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik (sebaliknya).
Jodoh adalah ketetapan yang pasti, Allah sudah mempersiapkannya untuk kita. Jika
kita sedang mendekat kepada Allah, insyaaAllah jodoh kita juga sedang mendekat
kepada Allah. Karena saling mendekat kepada Allah, maka Allah akan mendekatkan
keduanya hingga bertemu dalam naungan dan Ridha Allah SWT.
“jika kita ingin mendapat jodoh yang saleh,
yang dicintai Allah dan RasulNYA. Maka PASTIKAN. Pastikan bahwa kita juga
dicintai oleh Allah dan Rasulullah. Maka yang hadir kepada kita, nantinya
adalah orang juga mencintai ALLAH dan RASULULLAH”
Kalimat diatas
adalah pesan dari Kang Arif kepada para single Lillah, dan pastinya juga
menjadi pengingat bagi saya pribadi.
Kang
Arif juga menyampaikan metode menarik dalam proses penantian. Yakni metode ATM. ATM adalah singkatan dari Amalkan, Taubat, Manfaat.
Yang
pertama yakni Amalkan. Kalau ingin
dicintai Allah, pastikan kita ada amalan (kebiasaan baik) yang membuat Allah
cinta kepada kita. Misal, kita rajin menjalankan ibadah wajib dan dilengkapi
dengan yang sunnah. Puasa sunnah, shalat sunnah, dan sunnah yang lainnya. Atau
melakukan shalat tepat waktu.
Membahas
mengenai amal, ada kisah nyata yang menarik dari kerabat Kang Arif sendiri,
hanya saja saya lupa latar tempat cerita ini, yang saya ingat kejadiaannya di
jawa tengah(semoga benar hha). Saat itu didalam kereta ada seorang pemuda
dengan tiba-tiba bersin, kemudian dia mengatakan “alhamdulillah”, kemudian si
pemuda tersebut mendengar ada seorang muslimah yang menjawab dengan “yarhamukallahu”,
kemudian si pemuda tersebut membalas “yahdhikumullohu” sembari mencari siapa
muslimah tadi. Ternyata yang menjawab doanya ialah muslimah dengan kerudung
putih didekat jendela kereta. Kemudian si pemuda tadi berpikir jika perempuan
ini adalah perempuan yang langka, perempuan salihah, Karena dia mengamalkan doa
sehari-hari. Kemudian si pemuda memberikan secarik kertas dan pulpen kepada si
perempuan tersebut, sembari berkata “assalamu’alaikum ukhti, tolong tulis nama
Bapak dan alamat-mu disini”, jelas saja si perempuan tadi menolak. Karena
perempuan salihah tidak akan semudah itu memberikan identitasnya. Maka semakin
yakinlah si pemuda tadi, bahwa ini perempuan yang baik. “untuk apa?” jawab si
perempuan. Kemudian pemuda tersebut menjawab “saya ingin bersilaturahmi dan
belajar agama pada bapak-mu”. Karena alasan tersebut, maka perempuan tersebut
memberikan alamatnya. Selang beberapa hari si pemuda datang ke rumah si
perempuan tersebut kemudian di ketuklah pintu. Yang membuka pintu ternyata
bapak dari si perempuan yang dia cari. “untuk apa anda datang kemari?” Tanya si
bapak. Si pemudapun menyampaikan niatnya, “saya memiliki 3 niatan, pertama saya
mau bersilaturahmi, kedua saya ingin belajar agama karena saya tau bahwa anak
bapak salihah, ketiga saya ingin belajar dalam mendidik anak. Apakah boleh?”. “
ya silahkan” jawab si bapak. Kemudian pemuda tersebut melanjutkan “namun, saya
ingin menyambung silaturahmi tersebut dengan melamar anak perempuan bapak,
belajar agama dengan menjadi menantu bapak, dan mendidik anak sebagai bagian
dari keluarga ini”. Kemudian si bapak menjawab lagi “anak perempuan saya yang
mana mas? Karena anak saya 5 dan semuanya perempuan” hahaha. Kemudian si pemuda
menjelaskan ciri-cirinya, ternyata perempuan yang dimaksud ada didalam dan
dipanggil oleh si bapak. Alhamdulillah, pemuda tersebut tidak salah rumah haha.
Ahirnya semua keputusan diserahkan kepada perempuan tersebut, menerima atau
menolak. Ternyata, Alhamdulillah diterima. Dan langsung melaksanakan akad
beberapa saat setelah mengkhitbah. masyaAllah, inilah janji Allah di surat
An-nur ayat 26 sahabat, orang baik akan dipertemukan dengan yang baik.
Perempuan tadi memiliki kebiasaan mengamalkan doa sehari-hari untuk mengiringi
semua hal yang dia lakukan setiap hari, karena dia melakukannya karena Allah,
maka Allah mencintainya, dan Allah ahirnya juga memberikan orang yang Allah
cinta, pemuda saleh yang datang dengan berani ke rumahnya dan meminta pada ayahnya
secara langsung. Karena ketika Allah mencintai hambanya Allah akan sampaikan
kepada Jibril “Jibril aku jatuh cinta kepada hambaku, si Fulan”, kemudian Allah
sampaikan perkara apa yang membuat Allah jatuh cinta pada Fulan. Kemudian
jibrilpun mencintai hamba itu pula, tak berhenti disitu saja, namun jibril juga
menyampaikan kepada seluruh penduduk langit bahwa Allah mencintai hambanya,
yakni si Fulan, kemudian seluruh malaikat mencintai dan mendoakan si Fulan, tak
berhenti cinta Allah hingga Allah tumbuhkan rasa cinta kepada orang-orang di
bumi ini untuk kemudian mencintainya.
Yang ke 2
adalah Taubat. Kang Arif membuka
penjelasan ini dengan surat Nuh (71:10-12), Allah berfirman
“istighfarlah
dan bertaubatlah, karena Allah maha pengampun, maka kalian akan mendapatkan
hujan yang lebat (rezeki melimpah) dan dengan istighfar Allah akan memperbanyak
harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun serta sungai-sungai untukmu”
Dalam surat
Nuh diatas Allah berjanji akan memberikan keturunan yang banyak kepada kita
jika kita bertaubat. Keturunan hanya bisa didapatkan dengan menikah. Maka jelas
Allah akan memberikan kita jodoh, serta akan menjamin kesejahteraannya setelah
itu.
Ke 3 yakni Manfaat. Dalam hadits Rasulullah SAW
bersabda
“sebaik-baik
manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain”
Pada tahap ke
3 ini, Kang Arif mengajak para single lillah untuk menjadi manusia yang
bermanfaat bagi manusia yang lain.
Rasulullah SAW
bersabda dalam sebuah hadits
“barang
siapa yang melepaskan satu kesusaha seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan
darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah
urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat”
Sahabat, maka
dari itu berbuat baik kepada sesama merupakan salah satu jalan agar Allah
membukakan pintu untuk kita menggapai RidhaNya.
Itulah ATM, Amalkan, Taubat dan Manfaat.
Dari
pembahasan Kang Arif Rahman Lubis. Semua mengarah kepada Allah. niat menikah
karena Allah dan apapun yang kita lakukan harus diniatkan karena Allah, bukan
karena yang lain, apalagi karena dia yang belum tentu jadi jodoh kita, dan
jangan hanya merubah penampilan aja ya sahabat, karena itu sama saja kita
berpura-pura menjadi salihah, maka nanti yang akan datang kepada kita adalah
orang yang juga berpura-pura saleh (astaghfirullah)
Sahabat,
ingat, menikah adalah ibadah terbesar. Menikah bukan tentang siapa yang paling
cepat, namun menikah ialah soal partner hidup yang akan menemani kita untuk
menggapai surga Allah, jadi jangan main-main, persiapkan dengan baik ya
sahabat…
Itu dulu untuk
pembahasan pra-nikah PART 1, tunggu
PART selanjutnya yaa….
Akan ada pembahasan dari Kang Abay dan Ustadz Darlis Fajar.
Wassalamu’alaikum…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar