Jumat, 03 Maret 2017

ILMU SEMINAR PRA-NIKAH PART 1



                                                                        PRA-NIKAH 
PART 1


               Assalamu’alaikum sahabat, semoga hari ini lebih baik dari kemarin dan kita tidak termasuk dalam kalangan yang merugi, aamiin.
                Sahabat, kali ini saya mau berbagi ilmu dari seminar Pra-nikah yang diselanggarakan oleh Teladan Rasul di Universitas Negeri Malang tanggal 26 Februari kemarin. Baiklah kita mulai.
                Eit eit tunggu, kalian penasaran kenapa saya mengikuti seminar ini? Oke alasan saya hanya sebatas mencari ilmu dan ini adalah ikhtiar saya. Kalau ada yang curiga saya udah ada calon, emm.. sebenernya belum ada kok (kode wkwkwk), apalagi yang curiga saya ngebet nikah, em em em… jangan diterusin yaa, baiklah kita mulai
                Sahabat, diumur kita yang semakin bertambah, ketertarikan kepada lawan jenis-pun juga semakin bertambah dalam diri kita. Ber-istighfar adalah cara kita agar Allah selalu menjaga pandangan kita kepada yang bukan mahrom. Jika ketertarikan itu semakin besar dan tidak terbendung lagi, maka menikahlah, namun jika belum siap menikah, maka berpuasalah. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadist sahih yang berbunyi,
                “wahai para pemuda, barangsiapa diantara kalian yang mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih dapat menahan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa; karena puasa dapat menjaga syahwat”
                jadi apakah diantara sahabat ada yang sudah siap menikah? Jika ada, Alhamdulillah, semoga segera dipertemukan dengan orang yang Allah Ridhai.. aamiin
                Pada sesi pertama seminar kemarin, materi pertama disampaikan oleh Kang Arif Rahman Lubis. Founder Teladan Rasul dan sekaligus penulis buku halaqah cinta dan The Real Muslimah. Penyampaian dari Kang Arif sangat jelas dan membuat saya terus ingin mendengarkan semua penjelasan yang diberikan oleh beliau. Dibagian pertama ini, Kang Arif menyampaikan hakikat yang sebenarnya mengenai pernikahan itu sendiri. Penting bagi kita untuk mengenal apa itu pernikahan sebelum kita bergerak lebih jauh, karena sebuah tujuan harus didasari oleh pengetahuan yang jelas agar kita mendapatkan gambaran lebih baik mengenai apa yang akan kita lakukan untuk mencapai tujuan tersebut.
                Kang Arif menyampaikan bahwa pernikahan adalah sebuah ibadah terbesar yang dikerjakan oleh manusia. Karena Rasulullah SAW sudah menyampaikan dalam sebuah hadits bahwasanya, ketika sepasang manusia telah menikah, maka mereka telah menyempurnakan separuh agamanya. Naah, maka dari itu, menikah adalah suatu ibadah yang bukan untuk main-main sahabat. Menikah adalah mengenai SIAPA yang akan menemani kita mencapai SURGA Allah. masyaAllah, indah ya sahabat.
                Selain itu, Kang Arif juga menyampaikan, bahwa menikah sebenarnya mengenai kedekatan kita kepada Allah. Mengapa begitu? Karena menikah adalah dampak dari apa yang kita lakukan atau proses yang kita lakukan sebelum menikah, yakni mencari jodoh. Jika kita mendekat kepada Allah, maka yang mendekat kepada kita atau yang menjadi jodoh kita nanti, insyaaAllah juga orang yang mendekat kepada Allah (aamiin). Karena sejatinya, dalam surat An-nur ayat 26, Allah bersabda, wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik pula (sebaliknya) dan wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik (sebaliknya). Jodoh adalah ketetapan yang pasti, Allah sudah mempersiapkannya untuk kita. Jika kita sedang mendekat kepada Allah, insyaaAllah jodoh kita juga sedang mendekat kepada Allah. Karena saling mendekat kepada Allah, maka Allah akan mendekatkan keduanya hingga bertemu dalam naungan dan Ridha Allah SWT.
                “jika kita ingin mendapat jodoh yang saleh, yang dicintai Allah dan RasulNYA. Maka PASTIKAN. Pastikan bahwa kita juga dicintai oleh Allah dan Rasulullah. Maka yang hadir kepada kita, nantinya adalah orang juga mencintai ALLAH dan RASULULLAH”
                Kalimat diatas adalah pesan dari Kang Arif kepada para single Lillah, dan pastinya juga menjadi pengingat bagi saya pribadi.
                Kang Arif juga menyampaikan metode menarik dalam proses penantian. Yakni metode ATM. ATM adalah singkatan dari Amalkan, Taubat, Manfaat.
 
                Yang pertama yakni Amalkan. Kalau ingin dicintai Allah, pastikan kita ada amalan (kebiasaan baik) yang membuat Allah cinta kepada kita. Misal, kita rajin menjalankan ibadah wajib dan dilengkapi dengan yang sunnah. Puasa sunnah, shalat sunnah, dan sunnah yang lainnya. Atau melakukan shalat tepat waktu.
Membahas mengenai amal, ada kisah nyata yang menarik dari kerabat Kang Arif sendiri, hanya saja saya lupa latar tempat cerita ini, yang saya ingat kejadiaannya di jawa tengah(semoga benar hha). Saat itu didalam kereta ada seorang pemuda dengan tiba-tiba bersin, kemudian dia mengatakan “alhamdulillah”, kemudian si pemuda tersebut mendengar ada seorang muslimah yang menjawab dengan “yarhamukallahu”, kemudian si pemuda tersebut membalas “yahdhikumullohu” sembari mencari siapa muslimah tadi. Ternyata yang menjawab doanya ialah muslimah dengan kerudung putih didekat jendela kereta. Kemudian si pemuda tadi berpikir jika perempuan ini adalah perempuan yang langka, perempuan salihah, Karena dia mengamalkan doa sehari-hari. Kemudian si pemuda memberikan secarik kertas dan pulpen kepada si perempuan tersebut, sembari berkata “assalamu’alaikum ukhti, tolong tulis nama Bapak dan alamat-mu disini”, jelas saja si perempuan tadi menolak. Karena perempuan salihah tidak akan semudah itu memberikan identitasnya. Maka semakin yakinlah si pemuda tadi, bahwa ini perempuan yang baik. “untuk apa?” jawab si perempuan. Kemudian pemuda tersebut menjawab “saya ingin bersilaturahmi dan belajar agama pada bapak-mu”. Karena alasan tersebut, maka perempuan tersebut memberikan alamatnya. Selang beberapa hari si pemuda datang ke rumah si perempuan tersebut kemudian di ketuklah pintu. Yang membuka pintu ternyata bapak dari si perempuan yang dia cari. “untuk apa anda datang kemari?” Tanya si bapak. Si pemudapun menyampaikan niatnya, “saya memiliki 3 niatan, pertama saya mau bersilaturahmi, kedua saya ingin belajar agama karena saya tau bahwa anak bapak salihah, ketiga saya ingin belajar dalam mendidik anak. Apakah boleh?”. “ ya silahkan” jawab si bapak. Kemudian pemuda tersebut melanjutkan “namun, saya ingin menyambung silaturahmi tersebut dengan melamar anak perempuan bapak, belajar agama dengan menjadi menantu bapak, dan mendidik anak sebagai bagian dari keluarga ini”. Kemudian si bapak menjawab lagi “anak perempuan saya yang mana mas? Karena anak saya 5 dan semuanya perempuan” hahaha. Kemudian si pemuda menjelaskan ciri-cirinya, ternyata perempuan yang dimaksud ada didalam dan dipanggil oleh si bapak. Alhamdulillah, pemuda tersebut tidak salah rumah haha. Ahirnya semua keputusan diserahkan kepada perempuan tersebut, menerima atau menolak. Ternyata, Alhamdulillah diterima. Dan langsung melaksanakan akad beberapa saat setelah mengkhitbah. masyaAllah, inilah janji Allah di surat An-nur ayat 26 sahabat, orang baik akan dipertemukan dengan yang baik. Perempuan tadi memiliki kebiasaan mengamalkan doa sehari-hari untuk mengiringi semua hal yang dia lakukan setiap hari, karena dia melakukannya karena Allah, maka Allah mencintainya, dan Allah ahirnya juga memberikan orang yang Allah cinta, pemuda saleh yang datang dengan berani ke rumahnya dan meminta pada ayahnya secara langsung. Karena ketika Allah mencintai hambanya Allah akan sampaikan kepada Jibril “Jibril aku jatuh cinta kepada hambaku, si Fulan”, kemudian Allah sampaikan perkara apa yang membuat Allah jatuh cinta pada Fulan. Kemudian jibrilpun mencintai hamba itu pula, tak berhenti disitu saja, namun jibril juga menyampaikan kepada seluruh penduduk langit bahwa Allah mencintai hambanya, yakni si Fulan, kemudian seluruh malaikat mencintai dan mendoakan si Fulan, tak berhenti cinta Allah hingga Allah tumbuhkan rasa cinta kepada orang-orang di bumi ini untuk kemudian mencintainya.
Yang ke 2 adalah Taubat. Kang Arif membuka penjelasan ini dengan surat Nuh (71:10-12), Allah berfirman
“istighfarlah dan bertaubatlah, karena Allah maha pengampun, maka kalian akan mendapatkan hujan yang lebat (rezeki melimpah) dan dengan istighfar Allah akan memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun serta sungai-sungai untukmu”
Dalam surat Nuh diatas Allah berjanji akan memberikan keturunan yang banyak kepada kita jika kita bertaubat. Keturunan hanya bisa didapatkan dengan menikah. Maka jelas Allah akan memberikan kita jodoh, serta akan menjamin kesejahteraannya setelah itu.
Ke 3 yakni Manfaat. Dalam hadits Rasulullah SAW bersabda
“sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain”
Pada tahap ke 3 ini, Kang Arif mengajak para single lillah untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia yang lain.
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits
“barang siapa yang melepaskan satu kesusaha seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat”
Sahabat, maka dari itu berbuat baik kepada sesama merupakan salah satu jalan agar Allah membukakan pintu untuk kita menggapai RidhaNya.
Itulah ATM, Amalkan, Taubat dan Manfaat. 
Dari pembahasan Kang Arif Rahman Lubis. Semua mengarah kepada Allah. niat menikah karena Allah dan apapun yang kita lakukan harus diniatkan karena Allah, bukan karena yang lain, apalagi karena dia yang belum tentu jadi jodoh kita, dan jangan hanya merubah penampilan aja ya sahabat, karena itu sama saja kita berpura-pura menjadi salihah, maka nanti yang akan datang kepada kita adalah orang yang juga berpura-pura saleh (astaghfirullah)
Sahabat, ingat, menikah adalah ibadah terbesar. Menikah bukan tentang siapa yang paling cepat, namun menikah ialah soal partner hidup yang akan menemani kita untuk menggapai surga Allah, jadi jangan main-main, persiapkan dengan baik ya sahabat…
Itu dulu untuk pembahasan pra-nikah PART 1, tunggu PART selanjutnya yaa….
Akan ada pembahasan dari  Kang Abay dan Ustadz Darlis Fajar.
Wassalamu’alaikum…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar