Mungkin kau masih menjadi
rahasia. Tapi aku tau saat itu akan datang. Aku harus menunggu. Seperti menunggu
bunga yang semula kuncup kemudian merekah. Aku tau itu tak mudah. Tapi aku juga
tau, perjuangannya-pun tak mudah.
Setiap malam hujan turun
memenangkan kerinduanku. Bau tanah setelah hujan hadir membawa rinduku pergi
kemudian tertidur didalam pangkuan mimpi. Kubiarkan anganku terbang bersama mimpi
dan pengharapanku kepadaNYA.
Ini seperti lelucon bagiku. Berharap
menjadi seorang putri yang kemudian dipinang oleh seorang pangeran dengan
tiba-tiba. Gadis biasa untuk laki-laki yang luarbiasa. Yang mencintainya dengan
apa adanya. Namun cintanya selalu ada, sepanjang waktu. Cinta yang Maha Kuasa anugerahkan. turun dan menjadi bunga-bunga ditengah khayalan anak yang
penuh pengharapan sepertiku.
Menurut orang lain, mungkin aku
tak tau malu. Hidup dengan khayalan yang tak jelas itu. Namun karena itu aku memiliki
kekuatan untuk menggambarkan perasaanku meski dirinya seperti pulau kecil yang
tertutup kabut tebal ditengah lautan. Hilang, tak tampak dan bahkan seperti
fatamorgana.
Menurut orang lain, mungkin aku sudah kehilangan akal. Menunggu orang yang entah kapan akan datang. namun aku tau aku tak salah. Jika aku ingin mencari harta karun. Aku harus melihat petanya, menelusuri dan melakukan apapun sesuai petunjuk itu. Ya seperti menunggu hingga bertemu dengan dirinya. Aku harus melakukan apapun yang Allahku mau. mencintaiNya adalah poin terbaik dalam perjalanan peta menemukannya.
Mungkin orang lain mengatakan aku
terlalu berlebihan menuliskan ini. Entahlah, mungkin mereka-lah yang sebenarnya
terlalu sederhana mengartikan perasaan yang saat ini aku gambarkan. Cinta. Bagiku
tak sesederhana itu.
Aku hanyalah gadis biasa. Yang mencoba
mencintai seseorang yang entah dimana dan kapan kami akan bertemu. Bukankah ini
tak sederhana?. Mencintai seseorang sebelum bertemu dengan orang yang dicintai.
Pikirkanlah..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar