BENARKAH LAKI-LAKI
YANG BAIK UNTUK WANITA YANG BAIK?
Assalamualaikum Wr.Wb
Salam
untuk kalian semua yang membaca tulisan singkat saya hari ini.
Dalam
surat An-nur ayat 26, Allah bersabda bahwasanya perempuan yang keji untuk
lak-laki yang keji (sebaliknya) dan perempuan yang baik untuk laki-laki yang
baik (sebaliknya).
Untuk
memperjelas maksud ayat diatas, saya akan menyampaikan sebuah kisah menarik
mengenai orang tua dari Umar Bin Abdul Aziz. Umar Bin Abdul Aziz adalah seorang alim yang
menurut ulama, sepakat bahwa kesalehan Umar Bin Abdul Aziz terwariskan dari cucu
penjual susu yang dinikahkan oleh Umar Bin Khattab dengan anaknya Ashim Bin
Umar.
Sahabat,
mari kita simak baik-baik kisahnya.
Pada
suatu malam, Umar Bin Khattab berjalan melewati rumah seorang penjual susu. Kemudian
Umar Bin Khattab berhenti saat mendengar perbincangan antara seorang nenek
penjual susu dan cucunya.
Nenek
: lebih baik kita tambahkan susu ini
dengan air
Cucu : mengapa harus ditambah air? Bagaimana jika
Umar tau?
Saat itu, Umar Bin Khattab berada
di belakang tembok mereka.
Nenek : Umar tidak akan tau, Umar tidak ada ditengah
malam begini.
Cucu : kalau Umar tidak tau, bagaimana dengan
Allah? (sambil menangis)
Umar mendengar apa yang diucapkan
oleh cucu si penjual susu, kemudian dia pulang dan membangunkan semua anak laki-lakinya,
kemudian beliau berkata..
“siapa yang
mau menikah dengan cucu si penjual susu?”
Saat itu, anak-anak Umar
kebingungan, wajar karena mereka baru saja terbangun dari tidur. Namun ada satu
diantara mereka semua yang menjawab pertanyaan Umar, yakni Ashim Bin Umar. Dia berkata
“
saya yang akan menikahinya ayah, sebagai bakti kepadamu”.
Maka menikahlah Ashim dan cucu si
penjual susu tersebut. Yang kemudian dikaruniai anak bernama Umar Bin Abdul
Aziz, seorang anak yang terkenal dengan kesalehannya.
Kisah
ini membuktikan bahwa surat An-nur ayat 26 adalah janji Allah yang nyata. Ashim
adalah laki-laki yang saleh, berbakti kepada orang tuanya menikahi seorang
gadis jujur, yang kemudian mereka melahirkan seorang anak yang dikenang sebagai
seorang yang saleh, alim.
Sahabat,
sudahkah kita berhijrah karena Allah? Hati kita dan Allah saja yang tau
kebenarannya. jika tidak, maka mari kita perbaiki. Agar Allah ridha kepada kita
untuk mendapatkan pasangan yang saleh/salehah. karena ke-salihan dapat terwariskan kepada keturunan kita kelak, Aamiin Allahumma Aamiin
Nb : sahabat, sy menulis ini bukanlah semata-mata inginkan pujian. Tapi,
saya berharap untuk menemukan sahabat dlm 1 tujuan yang sama di jalanNYA. Saling
mendoakan dan mengingatkan. Semoga kita semua selalu dlm lindungan dan
ampunanNYA. aamiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar