Kamis, 16 Februari 2017

BENARKAH LAKI-LAKI YANG BAIK UNTUK WANITA YANG BAIK?



BENARKAH LAKI-LAKI YANG BAIK UNTUK WANITA YANG BAIK?

Assalamualaikum Wr.Wb
                Salam untuk kalian semua yang membaca tulisan singkat saya hari ini.

                Dalam surat An-nur ayat 26, Allah bersabda bahwasanya perempuan yang keji untuk lak-laki yang keji (sebaliknya) dan perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik (sebaliknya).

                Untuk memperjelas maksud ayat diatas, saya akan menyampaikan sebuah kisah menarik mengenai orang tua dari Umar Bin Abdul Aziz. Umar Bin Abdul Aziz adalah seorang alim yang menurut ulama, sepakat bahwa kesalehan Umar Bin Abdul Aziz terwariskan dari cucu penjual susu yang dinikahkan oleh Umar Bin Khattab dengan anaknya Ashim Bin Umar.

                    Sahabat, mari kita simak baik-baik kisahnya.

                Pada suatu malam, Umar Bin Khattab berjalan melewati rumah seorang penjual susu. Kemudian Umar Bin Khattab berhenti saat mendengar perbincangan antara seorang nenek penjual susu dan cucunya.

                Nenek : lebih baik kita tambahkan susu ini dengan air
                Cucu      : mengapa harus ditambah air? Bagaimana jika Umar tau?

Saat itu, Umar Bin Khattab berada di belakang tembok mereka.

                Nenek  : Umar tidak akan tau, Umar tidak ada ditengah malam begini.
                Cucu      : kalau Umar tidak tau, bagaimana dengan Allah?  (sambil menangis)

Umar mendengar apa yang diucapkan oleh cucu si penjual susu, kemudian dia pulang dan membangunkan semua anak laki-lakinya, kemudian beliau berkata..

“siapa yang mau menikah dengan cucu si penjual susu?”

Saat itu, anak-anak Umar kebingungan, wajar karena mereka baru saja terbangun dari tidur. Namun ada satu diantara mereka semua yang menjawab pertanyaan Umar, yakni Ashim Bin Umar. Dia berkata
                “ saya yang akan menikahinya ayah, sebagai bakti kepadamu”.

Maka menikahlah Ashim dan cucu si penjual susu tersebut. Yang kemudian dikaruniai anak bernama Umar Bin Abdul Aziz, seorang anak yang terkenal dengan kesalehannya.

                Kisah ini membuktikan bahwa surat An-nur ayat 26 adalah janji Allah yang nyata. Ashim adalah laki-laki yang saleh, berbakti kepada orang tuanya menikahi seorang gadis jujur, yang kemudian mereka melahirkan seorang anak yang dikenang sebagai seorang yang saleh, alim. 

                Sahabat, sudahkah kita berhijrah karena Allah? Hati kita dan Allah saja yang tau kebenarannya. jika tidak, maka mari kita perbaiki. Agar Allah ridha kepada kita untuk mendapatkan pasangan yang saleh/salehah. karena ke-salihan dapat terwariskan kepada keturunan kita kelak, Aamiin Allahumma Aamiin

Nb : sahabat, sy menulis ini bukanlah semata-mata inginkan pujian. Tapi, saya berharap untuk menemukan sahabat dlm 1 tujuan yang sama di jalanNYA. Saling mendoakan dan mengingatkan. Semoga kita semua selalu dlm lindungan dan ampunanNYA. aamiin


Tidak ada komentar:

Posting Komentar