Selasa, 22 Agustus 2017

DZULHIJJAH KITA




Assalamualaikum sahabat, pantaslah kita sebagai hamba mengucap syukur kepada Allah SWT karena hari ini masih diberikan kesempatan untuk beribadah dan terus memperbaiki diri.  Sebelum memulai pembahasan hari ini saya ucapkan terima kasih kepada sahabat-sahabat yang bersedia untuk membaca tulisan saya. semoga dengan tulisan ini, saya dan sahabat semuanya bertambah keimanan-nya dan semakin senang dalam ketaatan kepadaNya (aamiin)
Sahabat, suatu nikmat dan karunia Allah SWT ialah kita diberikan olehNya hari-hari dan kesempatan yang luar biasa untuk beribadah dan mendapatkan pahala yang lebih dibandingkan hari-hari lain. salah satu kesempatan itu terjadi pada hari ini dan 9 hari kedepan. Apakah itu ? hari itu adalah 10 hari pertama di bulan dzulhijjah.
“demi fajar. Dan malam yang sepuluh” (QS. Al-Fajr:1-2)
Sebagian besar ulama sepakat bahwa yang dimaksud dengan malam yang sepuluh itu ialah malah 10 hari awal di bulan dzulhijjah. dan pada tahun ini, sesuai dengan sidang isbat Kemenag, 1 dzulhijjah jatuh pada tanggal 23 Agustus 2017.
Begitu istimewa 10 hari di awal bulan dzulhijjah hingga Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits Al-Bukhori no 518:
“tidak akan ditemukan hari-hari dari sepanjang hari yang dilalui manusia setiap tahunnya yang ketika kamu beramal saleh di hari itu, amal saleh kita akan sangat di cintai di istimewakan, di lipat gandakan pahalanya oleh Allah SWT dibandingkan hari-hari biasanya”
Kemudian sahabat membuat ilustrasi
“ya Rasulullah, apakah jihad Fisabilillah tidak mampu menandingi pahalanya kalau kita beramal di 10 hari pertama dzulhijjah ini dengan keutamaannya?”
Kemudian Rasulullah menjawab :
“bahkan jihad fii sabilillah pun tidak bisa menandingi amal saleh di waktu ini, kecuali jika ada seseorang yang dia berjuang dengan jiwa dan hartanya kemudian dia tidak kembali lagi”
 Yang dimaksud oleh “kemudian dia tidak kembali lagi” ialah orang yang berjihad dijalan Allah SWT kemudian dia wafat. Masya Allah, begitu luar biasa ya sahabat, bahkan Rasulullah memberikan gambaran pada hari ini pahala ibadah kita minimal sama dengan orang yang berjihad di jalan Allah SWT.
Menjelang subuh saya sempat mendengarkan ceramah dari ustadz Adi Hidayat, LC. Beliau mengajak kita semua untuk memperbanyak beribadah dan tidak menyia-nyiakan hari-hari yang mulia ini. perbanyak ibadah tilawah, sedekah, dzikir, dan ibadah-ibadah lainnya.
Ngomong-ongomong soal ibadah di bulan dzulhijjah, memang masih ada beberapa perdebatan antara ulama. Jika sahabat menemukan perbedaan pada penjelasan mengenai 10 hari bulan dzulhijjah, misal mengenai puasa. Yang benar, puasanya berapa hari ya.. ada yang bilang setiap hari selama awal bulan dzulhijjah dan ada yang mengatakan hanya di tanggal 9 Dzulhijjah saja. Sebenarnya mengikuti salah satunya tidak masalah, karena yang terpenting kita memperbanyak amalan di 10 hari bulan dzulhijjah ini. mau setiap hari puasa gak papa, mau 9 dzulhijjah saja gak papa. Kan tergantung bagaimana kualitas puasa kita. Karena Allah atau karena yang lain. namun 9 dzulhijjah atau yang sering dikenal dengan puasa Arafah memang menjadi hari faforit diantara yang lain untuk berpuasa. Kenapa yaa, karena sesuai dengan Hadist berikut :
Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. ” (HR. Muslim no. 1162)
Wah enak yaa bisa dihapuskan. Taapiii bukan berarti kita bebas untuk melakukan dosa-dosa ya sahabat, karena dosa itu menjauhkan kita dari kebaikan dan dari Allah SWT. Bisa saja dosa kita akan tertumpuk lebih banyak lagi dan tak sebanding dengan amal baik kita, naudzubillah.
sahabat, semoga kita dipermudah untuk melakukan ibadah di hari-hari awal dzulhijjah ini, dan Allah SWT Ridha untuk kita menjadi lebih baik. ingatlah, bahwa saat kita dimudahkan untuk melakukan hal baik, disitu ada Allah yang ingin kita menjadi lebih baik.


           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar