Assalamualaikum
sahabat, pantaslah kita sebagai hamba mengucap syukur kepada Allah SWT karena
hari ini masih diberikan kesempatan untuk beribadah dan terus memperbaiki
diri. Sebelum memulai pembahasan hari
ini saya ucapkan terima kasih kepada
sahabat-sahabat yang bersedia untuk membaca tulisan saya. semoga
dengan tulisan ini, saya dan sahabat semuanya bertambah keimanan-nya dan semakin
senang dalam ketaatan kepadaNya (aamiin)
Sahabat,
suatu nikmat dan karunia Allah SWT ialah kita diberikan olehNya hari-hari dan
kesempatan yang luar biasa untuk beribadah dan mendapatkan pahala yang lebih
dibandingkan hari-hari lain. salah satu kesempatan itu terjadi pada hari ini
dan 9 hari kedepan. Apakah itu ? hari itu adalah 10 hari pertama di bulan
dzulhijjah.
“demi
fajar. Dan malam yang sepuluh” (QS. Al-Fajr:1-2)
Sebagian besar
ulama sepakat bahwa yang dimaksud dengan malam yang sepuluh itu ialah malah 10
hari awal di bulan dzulhijjah. dan pada tahun ini, sesuai dengan sidang isbat Kemenag, 1 dzulhijjah jatuh pada tanggal 23 Agustus 2017.
Begitu
istimewa 10 hari di awal bulan dzulhijjah hingga Rasulullah SAW bersabda dalam
sebuah hadits Al-Bukhori no 518:
“tidak akan
ditemukan hari-hari dari sepanjang hari yang dilalui manusia setiap tahunnya
yang ketika kamu beramal saleh di hari itu, amal saleh kita akan sangat di
cintai di istimewakan, di lipat gandakan pahalanya oleh Allah SWT dibandingkan
hari-hari biasanya”
Kemudian sahabat membuat ilustrasi
“ya
Rasulullah, apakah jihad Fisabilillah tidak mampu menandingi pahalanya kalau
kita beramal di 10 hari pertama dzulhijjah ini dengan keutamaannya?”
Kemudian Rasulullah menjawab :
“bahkan
jihad fii sabilillah pun tidak bisa menandingi amal saleh di waktu ini, kecuali
jika ada seseorang yang dia berjuang dengan jiwa dan hartanya kemudian dia
tidak kembali lagi”
Yang dimaksud oleh “kemudian dia tidak kembali
lagi” ialah orang yang berjihad dijalan Allah SWT kemudian dia wafat. Masya Allah,
begitu luar biasa ya sahabat, bahkan Rasulullah memberikan gambaran pada hari
ini pahala ibadah kita minimal sama dengan orang yang berjihad di jalan Allah
SWT.
Menjelang subuh
saya sempat mendengarkan ceramah dari ustadz Adi Hidayat, LC. Beliau mengajak
kita semua untuk memperbanyak beribadah dan tidak menyia-nyiakan hari-hari yang
mulia ini. perbanyak ibadah tilawah, sedekah, dzikir, dan ibadah-ibadah
lainnya.
Ngomong-ongomong
soal ibadah di bulan dzulhijjah, memang masih ada beberapa perdebatan antara
ulama. Jika sahabat menemukan perbedaan pada penjelasan mengenai 10 hari bulan
dzulhijjah, misal mengenai puasa. Yang benar, puasanya berapa hari ya.. ada
yang bilang setiap hari selama awal bulan dzulhijjah dan ada yang mengatakan
hanya di tanggal 9 Dzulhijjah saja. Sebenarnya mengikuti salah satunya tidak
masalah, karena yang terpenting kita memperbanyak amalan di 10 hari bulan
dzulhijjah ini. mau setiap hari puasa gak papa, mau 9 dzulhijjah saja gak papa.
Kan tergantung bagaimana kualitas puasa kita. Karena Allah atau karena yang
lain. namun 9 dzulhijjah atau yang sering dikenal dengan puasa Arafah memang
menjadi hari faforit diantara yang lain untuk berpuasa. Kenapa yaa, karena
sesuai dengan Hadist berikut
:
“Puasa
Arofah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun
akan datang. ” (HR. Muslim no. 1162)
Wah enak yaa bisa dihapuskan. Taapiii bukan
berarti kita bebas untuk melakukan dosa-dosa ya sahabat, karena dosa itu
menjauhkan kita dari kebaikan dan dari Allah SWT. Bisa saja dosa kita akan
tertumpuk lebih banyak lagi dan tak sebanding dengan amal baik kita,
naudzubillah.
sahabat, semoga kita dipermudah untuk melakukan ibadah di hari-hari awal dzulhijjah ini, dan Allah SWT Ridha untuk kita menjadi lebih baik. ingatlah, bahwa saat kita dimudahkan untuk melakukan hal baik, disitu ada Allah yang ingin kita menjadi lebih baik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar