Senin, 07 Agustus 2017

SEPERTI YANG KAU JALANI



                Assalamualaikum sahabat, terima kasih karena telah menyempatkan untuk membaca tulisan saya hari ini. Semoga kita semua selalu di rahmati oleh Allah SWT, aamiin
                Judul tulisan saya kali ini sama dengan judul dari sebuah lagu dari Muezza. Akan lebih sempurna jika sahabat mendengarkan lagunya terlebih dahulu baru membaca tulisan saya hehe.
                Lagu ini bercerita mengenai sebuah pilihan dalam hati, qalbu mengenai cinta.
                “saat cinta menghampirimu menawarkan seluruh pesonanya, tunggulah hingga sejati melengkapinya”
                Mungkin dari sebaris lirik lagu diatas, sahabat sudah tau maksud dari lagu yang dibawakan oleh muezza. lagu ini mengajarkan bahwa cinta itu indah. Kalau mau cintanya sejati dan indah, maka dekati pemilik cinta, itulah sekilas maksud dari isi lagu yang dibawakan oleh grup nasyid Muezza.
                Salah satu sahabat saya mengatakan seperti ini “dunia ini memiliki rasa, ada takut, sakit, gembira, sedih dan banyak lagi, dan semua itu bermuara pada satu rasa, cinta”.  Lalu kenapa di paragraf sebelumnya saya mengatakan cinta itu indah? Padahal ada rasa sedih dan takut. Ya, cinta itu indah jika kita benar dalam menyikapi semua rasa yang bermuara pada cinta itu sendiri.
                Ustadz Hanan bercerita begini “ada orang yang dapet cobaan, dia bilang Alhamdulillah dulu, kenapa? Karena dia tau, akan Allah ganti kesedihan dengan kebahagiaan”.mashaaAllah, Inilah contoh orang yang menyikapi cinta dengan benar sahabat. Dia sedih tapi gak berkepanjangan, karena dia tau sedihnya bermuara pada cinta Allah yang lebih besar. Sudahkah kita begitu? Hmm (aku sudah belum yaa hehe)
                Lagu ini meminta kita untuk lebih baik dan lebih bijak dalam menyikapi cinta dengan setiap waktu yang kita jalani dengan cara gunakan setiap waktu untuk hal yang bermanfaat.  Agar cintanya bukan cuma cinta dunia, bukan cinta-cintaan sama manusia aja, tapi cintanya sama yang empunya segalanya, termasuk yang punya saya dan sahabat-sahabat semuanya dan pastinya supaya kita gak merugi seperti apa yang tertulis di QS Al-Ashr 1:3 dibawah ini;
                “demi waktu. Sesungguhnya manusia dalam keadaan rugi. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal salih serta saling menasihati tentang kebenaran dan kesabaran” (Al-Ashr:1-3)
                Kemarin saya menghadiri acara kajian di masjid kabupaten, pas banget ceritanya soal cinta juga. Saat itu ustadz berkata demikian “ketahuilah asmara itu membangkitkan, tapi asmara itu tak terkendali jika selalu ingat “kamu””. Kamu yang dimaksud disini adalah manusia. Cinta kita belum sempurna dan kita belum bisa mengindahkan cinta jika belum bisa mengendalikan asmara atau cinta itu sendiri. Selain itu ustadz mengajukan pertanyaan begini “apa yang kamu suka?”, pertanyaan sepele, mungkin kita bisa mengatakan suka musik, makan, tidur dll, tapi ternyata pertanyaan itu menunjukkan bagaimana kita sebenarnya, terlebih mengenai sudahkah cinta kita letakan pada tempat yang benar, memposisikan cinta yang utama dengan benar, hanya pada Rabb kita atau kepada yang lain. disitu saya sendiri jadi tersindir, sedih.
                Setelah pembahasan diatas kita bisa menyimpukan bahwa “cinta itu seperti yang kau jalani”. Kita bisa mengartikan cinta sebebas yang kita mau. Tapi sejatinya cinta itu indah jika kita benar dalam menyikapinya.
                Wassalamu’alaikum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar