Minggu, 06 Agustus 2017

SAAT BENDA MENJADI SAKSI









    Assalamualaikum wr. Wb
            Terima kasih sahabat karena telah menyempatkan untuk membaca tulisan saya. Semoga hari ini kita tidak termasuk kedalam golongan orang-orang yang merugi karena lebih buruk dibandingan dengan hari kemarin (aamiin).
            Saya akan menyampaikan apa yang disampaikan oleh ustadz Adi Hidayat dalam ceramah singkatnya di Youtube (jika belum tau ustadz adi hidayat search di youtube). saat itu beliau menyampaikan sebuah ceramah yang membuat saya tergugah untuk menulisnya di blog dan capture di IG sebagai pengingat saya pribadi dan sahabat semua.
            Sebelum sahabat membaca tulisan saya, mari kita siapkan dulu Al-qur’an dan membaca surat Al-zalzalah bersama-sama, di baca dengan artinya secara seksama ya sahabat. Surat Al-zalzalah terdiri dari 8 ayat. Surat ini menerangkan tentang awal mula terjadinya kiamat dan penghisaban amal manusia.
            Saat penghisaban, saat dimana kita tidak akan memikirkan siapa yang ada disebelah kanan kira bahkan tidak akan bingung kemanakah ayah ibu kita karena memang saat itu semua manusia sibuk akan urusan masing-masing. Terkandung dalam surat Abasa:34-37 yang artinya :
“Pada hari itu manusia lari dari saudaranya, dan dari ibu dan bapaknya, dan dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya.” (QS.Abasa:34-37)
            Jadi kalau hari ini kita bilang “maaf saya sibuk banget”. Hmm gimana coba kita nanti di hari itu, yang katanya kita akan sangat sibuk bahkan saking sibuknya sampai tidak memikirkan ibu-bapak dan orang disebelah kita.
            Kemudian, saat itu mulut kita terkunci, hanya tangan dan kaki yang bersaksi
“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan kaki mereka memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.” (Yaasin: 65)
Lalu apakah kaitannya dengan surat Al-zalzalah, berikut penyampaiannya;
            Ustadz Adi Hidayat menyampaikan, “ada yang lebih ajaib selain hanya kaki dan mulut kita yang berbicara, apakah itu? Yaitu benda-benda yang kita pijak dan yang menyertai dalam kehidupan kita. Ada ayatnya yakni di surat Al-zalzalah, ayat pertama menjelaskan sebuah gempa yang dahsyat dimana benda-benda gunung dll tercabut dari bumi dan naik keatas, dan diayat kedua menjelaskan bahwa semua yang ada didalam bumi akan keluar keatas, diayat ke tiga mulailah orang berkata, ini apa? Apa yang terjadi?, liat ayat ke empat pada saat itulah yang dipijak akan berbicara kepada Allah. jadi jika sahabat- sahabat disini datang ke majelis ilmu jangan menyangka bahwa karpet dan semua benda disini tidak bisa bicara, mereka akan bersaksi, nanti dihadapan Allah. bersaksi bahwa ya Allah si Fulan jam sekian menit sekian datang ke majelis ilmu untuk mendalami agama islam. Dan si fulan saat yang lain terlelap dia datang untuk menyiapkan karpetnya. Dan ingat, termasuk orang yang melakukan maksiat, sendirian, yang menurutnya dia sendiri, namun ternyata di hari itu benda yang ada di tangannya itu berbicara bahwa digunakannya untuk bermaksiat ”
            sahabat, mungkin saat ini kita masih hidup, namun perlu kita tau, bahwa hari itu akan hadir, pasti, itu pasti. Masih saya ingat dalam buku Ahmad rifa'i Rif'an yang berjudul " Tuhan maaf kami sedang sibuk", terdapat pengingat yang cukup sangat menyentuh hati, yakni. "tanyakanlah kepada dirimu amalan apa yang akan kau persembahkan kepada Allah jika besok kamu tak bisa lagi membuka mata". amalan apa sahabat? ya mari kita pikirkan bersama, dan lakukan, semoga belum terlambat.
               Akhir kata, saya ucapkan terima kasih kepada ustadz Adi Hidayat, Lc, MA dan Ahmad Rifa'i Rif'an yang sudah mengingatkan saya dan kita semua. Semoga beliau dan keluarga selalu dalam lindungan Allah SWT, aamiin.  

                wassalamualaikum
           
           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar